Rapat Senat Dies Natalis 2012

Hari Sabtu, 25 Februari 2012, berlangsung rapat senat dalam rangka Dies Natalis ke 27, pengukuhan Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS, dan peresmian gedung Widya Graha.  Suatu hal yang membanggakan, hari itu Koordinator Kopertis Prof. Dr. Sugijanto, Apt, MS berkenan hadir sebagai guru besar tamu Senat Universitas.  Hal ini kiranya dapat menjadi tradisi baru, untuk forum-forum sejenis ke depan.  Rektor Prof Iwan Nugroho menyampaikan pidato dengan mereview perjalanan selama setahun terakhir dalam aspek pendidikan, penelitian, kemahasiswaan, dan kelembagaan (download naskah pidato).  Intinya Rektor mensyukuri pencapaian selama ini yang memberikan harapan untuk lebih baik ke depan.  Rektor meminta semua pihak untuk terus belajar dengan meningkatkan kompetensi dan ketrampilan agar dapat mengantisipasi peluang dan manfaat lainnya.  Rektor mengajak semua komponen bekerja sama untuk memberikan yang terbaik bagi Universitas.  Rektor juga meminta agar terus mengevaluasi diri dan rendah hati, melihat berbagai pengalaman dari sisi yang positif.  Rektor mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS atas amanah jabatan ini, seraya berharap untuk membantu para doktor menjadi guru besar.

Koordinator Kopertis dalam sambutan tanpa teks memberikan penjelasan perihal fungsi Kopertis dan saran-saran bagi peningkatan mutu PTS.  Beliau meminta PTS menjalankan mutu sesuai peraturan yang berlaku, memiliki alamat yang jelas dan ijin penyelenggaraan program studi.  PTS dapat juga berkembang asal SDMnya benar-benar konsisten menjalankan fungsinya.  Dosennya aktif meneliti (dan) meningkatkan jabatan fungsional hingga guru besar, sebagaimana halnya Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS (1,2).  Prof. Sugijanto memberi nasehat agar sivitas akademika mengikuti falsafah pensil.  Pensil dapat digunakan apabila senantiasa diasah (asih dan asuh) sehingga senantiasa tajam untuk menganalisis masalah, dan mengambil kesimpulan yang tepat.  Kemudian, untuk menghasilkan tulisan yang baik, maka penulisnya harus punya pikiran yang jernih dan positif.  Di PTS, sivitas akademika sebaiknya bersikap diam atau bekerja; dan tidak perlu larut dalam pembicaraan yang tidak perlu (ghibah, provokasi, hasut, fitnah).  Berpikir negatif selain tidak berkah, juga tidak produktif.  Sebaiknya diciptakan suasana rukun, guyub dan meningkatkan silaturahim, dan mendukung pimpinan/atasan sebagai pengambil keputusan dan penanggungjawab.

Dalam sambutannya, Ketua YPPI Prof. Mukthie Fadjar mengajak sivitas akademika mensyukuri perjalanan dan pencapaian Universitas ini.  Universitas sudah berupaya membangun budaya akademik, dan mulai menampakkan produk akademik yang bermutu, termasuk dikukuhkannya guru besar.  Rasa syukur juga menandai selesainya gedung Widya Graha. Gedung berlantai lima dibangun sejak bulan Maret 2011, menelan biaya hingga 10 miliar rupiah.  Gedung ini digunakan untuk kantor Rektorat, biro administrasi, LPPM, kompetensi, dan hall serbaguna.  Insya Allah gedung tersebut akan berfungsi meningkatkan mutu layanan akademik, untuk kepentingan pembelajaran mahasiswa; sekaligus disewakan secara profesional untuk income generating bagi Universitas.

Dies natalis juga memberikan penghargaan kepada dosen, karyawan, dan mahasiswa berprestasi.  Tidak kurang dari lima belas orang teladan atau yang berprestasi menerima penghargaan.  Acara rapat senat menandai peresmian gedung Widya Graha dengan penanda tanganan prasasti oleh Ketua YPPI, Rektor, dan Koordinator Kopertis.  Rapat diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada Prof. Sukamto dan ramah tamah dengan seluruh undangan.

Secara umum rapat senat berlangsung lancar.  Undangan hadir sebanyak 350 orang memenuhi hall gedung Widya Graha.  Di antara undangan yang hadir adalah empat orang Ikatan Alumni Lemhannas angkatan 45, Maskuri (Wakil Bupati Kediri), Nevi Danila (STIE Malang Kuceswara), Fachri (PR II Univ Trunojoyo), Prof. Trinil dan Prof Simon (dari UB), serta keluarga besar Prof. Sukamto dari Jombang dan Kediri.

Print Friendly

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply