Tahun Baru, Liburan, Wisata, dan Kemacetan di Malang Raya

by | Dec 30, 2025 | Artikel Ilmiah | 0 comments


Aji Suraji
Profesor Teknik Sipil – Transportasi
Fakultas Teknik, Universitas Widya Gama Malang
Direktur Pascasarjana Universitas Widya Gama Malang
Pakar Transportasi Nasional, IPU, ASEAN Engineer
Email: —


Abstrak

Lonjakan aktivitas pariwisata pada periode libur akhir tahun merupakan fenomena tahunan yang memberikan dampak signifikan terhadap kinerja sistem transportasi di kawasan perkotaan dan regional. Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, menjadi salah satu destinasi utama wisata nasional dengan tingkat pergerakan kendaraan yang sangat tinggi pada periode tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan pariwisata akhir tahun dan kemacetan lalu lintas di Malang Raya dari perspektif sistem transportasi. Metode yang digunakan adalah kajian deskriptif-analitis berbasis observasi empiris, karakteristik jaringan jalan, serta pola pergerakan wisatawan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemacetan tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan kapasitas infrastruktur jalan, tetapi juga oleh ketergantungan tinggi terhadap kendaraan pribadi, keterbatasan transportasi umum terintegrasi, serta ketidaksinkronan antara pengembangan destinasi wisata dan perencanaan transportasi. Diperlukan pendekatan transportasi berkelanjutan dan kebijakan lintas wilayah untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kinerja mobilitas kawasan.

Kata kunci: pariwisata, kemacetan, sistem transportasi, Malang Raya, libur akhir tahun


1. Pendahuluan

Mobilitas manusia pada periode libur akhir tahun merupakan salah satu faktor pemicu beban lalu lintas tertinggi dalam sistem transportasi nasional. Peningkatan perjalanan non-rutin (non-commuting trips), khususnya perjalanan wisata, sering kali terjadi secara serentak dalam waktu yang terbatas. Kondisi ini berdampak langsung terhadap penurunan tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS), terutama di kawasan wisata unggulan.

Malang Raya merupakan kawasan strategis pariwisata di Jawa Timur dengan daya tarik yang beragam, mulai dari wisata perkotaan berbasis heritage, wisata buatan berskala besar, hingga wisata alam pesisir. Pertumbuhan pariwisata yang pesat tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi. Akibatnya, kemacetan lalu lintas menjadi fenomena berulang setiap musim libur akhir tahun.

Sebagai pakar transportasi nasional, penulis memandang bahwa persoalan ini perlu dikaji tidak hanya sebagai masalah teknis lalu lintas, tetapi sebagai bagian dari sistem transportasi wilayah yang dipengaruhi oleh tata ruang, perilaku perjalanan, serta kebijakan publik.


2. Karakteristik Pariwisata dan Pola Pergerakan di Malang Raya

Setiap wilayah di Malang Raya memiliki karakteristik destinasi wisata yang membentuk pola pergerakan lalu lintas yang berbeda. Kota Malang berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya melalui kawasan Kayutangan Heritage. Aktivitas wisata perkotaan ini didominasi perjalanan pendek dengan intensitas parkir tinggi, yang berdampak pada penyempitan ruang lalu lintas di jalan kolektor dan lokal.

Kota Batu memiliki karakter wisata buatan dan keluarga berskala besar, seperti kawasan Jatim Park, yang menghasilkan perjalanan regional dengan volume kendaraan tinggi, khususnya kendaraan pribadi dari luar kota. Sementara itu, Kabupaten Malang menawarkan wisata alam Pantai Selatan yang semakin berkembang seiring peningkatan aksesibilitas melalui Jalur Lintas Selatan (JLS).

Perbedaan karakter destinasi tersebut menghasilkan pola distribusi lalu lintas yang kompleks dan saling terhubung, sehingga Malang Raya harus dipandang sebagai satu sistem transportasi regional yang utuh.


3. Analisis Permasalahan Kemacetan Lalu Lintas

Kemacetan lalu lintas di Malang Raya pada libur akhir tahun merupakan akibat dari ketidakseimbangan antara permintaan perjalanan (travel demand) dan kapasitas sistem transportasi (transport supply). Secara teknis, titik kemacetan banyak terjadi di simpang utama, gerbang tol Karanglo, serta ruas jalan menuju Kota Batu yang memiliki keterbatasan geometrik dan topografi.

Selain faktor teknis, kemacetan juga dipengaruhi oleh faktor non-teknis, seperti dominasi penggunaan kendaraan pribadi, keterbatasan transportasi umum massal, serta rendahnya disiplin parkir di kawasan wisata. Parkir di badan jalan secara signifikan menurunkan kapasitas efektif jalan dan meningkatkan konflik lalu lintas.

Upaya rekayasa lalu lintas yang bersifat temporer, seperti sistem satu arah dan pengalihan arus, hanya mampu mengurangi kemacetan dalam jangka pendek dan belum menyentuh akar permasalahan sistemik.


4. Implikasi terhadap Perencanaan Transportasi Berkelanjutan

Dari perspektif perencanaan transportasi, permasalahan kemacetan di Malang Raya menunjukkan perlunya integrasi antara kebijakan pariwisata dan transportasi. Pengembangan destinasi wisata harus disertai analisis dampak lalu lintas (traffic impact analysis) yang komprehensif.

Penguatan transportasi umum regional, pengembangan park and ride, optimalisasi jalur alternatif, serta pemanfaatan sistem transportasi cerdas (ITS) merupakan langkah strategis yang perlu diprioritaskan. Selain itu, koordinasi lintas pemerintah daerah di Malang Raya menjadi kunci keberhasilan pengelolaan mobilitas kawasan.


5. Kesimpulan

Kemacetan lalu lintas pada periode libur akhir tahun di Malang Raya merupakan persoalan multidimensional yang tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan parsial. Pertumbuhan pariwisata yang pesat harus diimbangi dengan perencanaan sistem transportasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis wilayah.

Sebagai kawasan pariwisata unggulan nasional, Malang Raya membutuhkan kebijakan transportasi yang tidak hanya berorientasi pada kelancaran lalu lintas sesaat, tetapi juga pada keberlanjutan mobilitas jangka panjang. Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Malang Raya dapat berkembang sebagai destinasi wisata yang unggul sekaligus nyaman dan efisien secara transportasi.


Berita Terbaru UWG