Bus Trans Jatim Hadir di Malang Raya: Titik Balik Transportasi Publik yang Dinanti Masyarakat

by | Jan 8, 2026 | Artikel Ilmiah, Berita | 0 comments

Oleh: Prof. Dr. Ir. Aji Suraji, MSc., IPU., ASEAN Eng.
Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik UWG Malang | Direktur Pascasarjana | Pakar Transportasi Nasional

Mobilitas adalah denyut nadi kehidupan perkotaan. Tanpa sistem transportasi publik yang andal, sebuah wilayah akan terjebak dalam kemacetan, pemborosan energi, dan penurunan kualitas hidup. Di Malang Raya—yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu—harapan baru itu kini hadir melalui angkutan umum Bus Trans Jatim.

Sejak resmi beroperasi pada November 2025, Bus Trans Jatim menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam membenahi wajah transportasi publik yang selama bertahun-tahun didominasi kendaraan pribadi. Kehadirannya bukan sekadar menambah armada bus, melainkan menjadi tonggak perubahan paradigma mobilitas masyarakat Malang Raya

Konektivitas Terintegrasi: Menghubungkan Tiga Wilayah Strategis

Pada tahap awal, Trans Jatim membuka rute perintis yang sangat strategis, menghubungkan Terminal Hamid Rusdi – Terminal Landungsari – Terminal Batu. Koridor ini menjadi urat nadi mobilitas karena melintasi kawasan pendidikan, pusat perdagangan, perumahan padat, hingga destinasi wisata unggulan Jawa Timur.

Dari perspektif transportasi perkotaan, rute ini mencerminkan konsep integrated urban mobility, di mana angkutan massal berfungsi sebagai penghubung utama antarwilayah administratif. Integrasi ini sangat penting untuk mengurangi perjalanan pendek menggunakan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi penyumbang utama kemacetan dan emisi karbon.

Antusiasme Publik dan Tantangan Ekspansi Rute

Respons masyarakat terhadap Trans Jatim tergolong sangat positif. Hal ini menegaskan satu fakta penting: masyarakat Malang Raya sebenarnya rindu angkutan umum yang nyaman, aman, dan tepat waktu. Tantangannya kini adalah memastikan layanan ini tidak berhenti pada rute awal.

Ekspansi menuju Terminal Arjosari, Kepanjen, dan kawasan penyangga lainnya menjadi kebutuhan mendesak. Dengan jangkauan yang lebih luas, Trans Jatim dapat menjadi tulang punggung mobilitas regional, sekaligus menekan kepadatan lalu lintas di titik-titik kronis seperti Dinoyo, Karanglo, dan jalur menuju Kota Batu.

Subsidi Transportasi: Wujud Keadilan Sosial

Salah satu daya tarik utama Bus Trans Jatim adalah tarif yang terjangkau, yang tidak lepas dari peran subsidi pemerintah. Dalam perspektif kebijakan publik, subsidi angkutan umum bukanlah beban anggaran, melainkan investasi sosial jangka panjang.

Subsidi ini secara langsung menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan: pekerja sektor informal, buruh, pelajar, dan mahasiswa. Dengan biaya transportasi yang rendah, daya beli masyarakat meningkat, mobilitas tenaga kerja menjadi lebih efisien, dan produktivitas ekonomi daerah terdorong secara signifikan.

Menjaga keberlanjutan subsidi berarti menjaga hak dasar masyarakat atas akses transportasi yang layak—sebuah prinsip fundamental dalam pembangunan kota berkelanjutan.

Menuju Malang Raya yang Lebih Maju dan Beradab

Bus Trans Jatim adalah lebih dari sekadar moda transportasi. Ia adalah simbol perubahan, representasi komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang manusiawi, inklusif, dan berorientasi masa depan.

Dengan penguatan rute, peningkatan kualitas layanan, serta keberlanjutan subsidi, Trans Jatim berpotensi menjadi fondasi sistem transportasi modern yang akan membawa Malang Raya menuju wilayah yang lebih terhubung, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi.

Kini, tantangan kita bersama adalah memastikan harapan ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi terus bergerak—seperti bus hijau Trans Jatim—mengantarkan Malang Raya menuju masa depan transportasi yang lebih baik. (san/pip)

Berita Terbaru UWG