Rektor UWG Salurkan Sembako ke Santri PPPI Al Ittihad Tumpang, Buka Peluang Kuliah Fleksibel hingga RPL

by | Jan 29, 2026 | Berita | 0 comments


Malang, 29 Januari 2026 — Kepedulian terhadap dunia pesantren terus ditunjukkan Universitas Widya Gama (UWG) Malang. Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, SH., M.Hum, secara langsung menyerahkan bantuan sembako kepada santri Pondok Pesantren Pendidikan Islam (PPPI) Al Ittihad Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (29/1/2026).

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pengasuh PPPI Al Istihad, KH Agus Ikhwan, yang dikenal sebagai tokoh sentral pesantren di wilayah Malang Raya dan Jawa Timur. PPPI Al Ittihad sendiri membina sekitar 2.500 santri yang tersebar dan aktif di wilayah Malang dan Jatim.

Dalam sambutannya, KH Agus Ikhwan menyampaikan apresiasi atas perhatian UWG Malang terhadap pesantren. Ia mengungkapkan bahwa PPPI Al Ittihad menaungi lebih dari 100 pondok pesantren di Malang, dengan sebaran di antaranya 9 pondok pesantren di Tumpang dan 16 pondok pesantren di Pagelaran.

“Santri kami setelah lulus ada yang langsung bekerja dan ada pula yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di berbagai kampus. Kami juga baru mendirikan klinik sebagai bagian dari pengabdian sosial pesantren,” ujar KH Agus Ikhwan.

Sementara itu, Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, SH., M.Hum, menegaskan bahwa UWG siap menjadi mitra strategis pesantren dalam pengembangan sumber daya manusia santri. Menurutnya, UWG membuka peluang luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan sistem perkuliahan yang adaptif.

“Di UWG Malang, perkuliahan bisa fleksibel dan hybrid, kampus dapat menyesuaikan jadwal perkuliahan santri. Kami juga memiliki kelas karyawan serta jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL),” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Anwar menegaskan komitmen UWG Malang untuk membuka pintu kolaborasi dengan PPPI Al Istihad Tumpang, khususnya dalam membantu santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kami siap berkolaborasi dengan PPPI Al Ittihad Tumpang agar para santri memiliki akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi langkah strategis penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing.(San/PIP)

Berita Terbaru UWG