MALANG, 30 Januari 2026— Universitas Widya Gama (UWG) Malang terus memantapkan langkah menuju penerapan standar ISO 21001 melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi ISO 21001. Memasuki pertemuan hari ke-5, kegiatan masih berfokus pada tahap melengkapi dokumen Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP).
Pertemuan ke-5 ini diselenggarakan di Auditorium Kampus 2 UWG Malang dan diikuti oleh unit kerja terkait sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh dokumen standar tersusun secara lengkap dan siap untuk tahap berikutnya.
Dalam sesi pembahasan, narasumber Imam Makrup menyampaikan bahwa pada 12 Februari 2026 akan dilaksanakan sosialisasi SOP dengan melibatkan berbagai pihak. “Tanggal 12 Februari 2026 akan kita sosialisasikan SOP. Kita undang stakeholder, kita undang mahasiswa, dan nanti ada sesi khusus penerapan urut-urutan kerja. Yang akan melakukan sosialisasi adalah BPM,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa UWG Malang memiliki beberapa SOP yang tengah dipersiapkan, termasuk SOP kritikal yang akan ditampilkan dan menjadi perhatian khusus dalam penerapan standar.
Tak hanya soal SOP, pertemuan ini juga menyoroti isu penting yang sering dianggap sepele namun krusial dalam audit, yakni masa retensi dokumen. Imam menegaskan bahwa penentuan lama penyimpanan arsip tidak bisa dilakukan asal-asalan, melainkan harus merujuk pada kebutuhan dokumen pendukung yang melekat pada SOP.
“Sebisa mungkin betul-betul dilihat formulir-formulir yang dibutuhkan apa saja pada SOP-nya. Dari formulir itulah nanti akan kita tentukan arsip ini berapa lama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UWG Malang Dr. Istiadi menyampaikan bahwa BPM akan menyusun sistem kontrol berupa checklist untuk memastikan dokumen yang disusun benar-benar lengkap, tidak berulang, dan mudah dievaluasi. “Nanti kita coba buat checklist, sehingga tinggal melihat kekurangannya saja,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu penyelesaian dokumen. Target internal pun dipercepat agar seluruh pekerjaan bisa dituntaskan sebelum jadwal yang telah ditentukan. “Kalau bisa pekerjaan ini kita selesaikan sebelum tanggal 4, sehingga nanti tanggal 13 kita bisa sesuai rencana,” tambahnya.

Dalam arahannya, Imam turut mengapresiasi semangat unit kerja dalam mengeksekusi dokumen ISO yang dinilai berjalan cukup progresif. Namun, ia juga menekankan bahwa penerapan ISO harus berdampak pada budaya kerja, salah satunya dalam aspek kepegawaian. Ia berharap tidak ada lagi penilaian berbasis kedekatan personal atau like and dislike.
Terkait kinerja personal, Imam menyoroti pentingnya instrumen penilaian yang objektif, termasuk pada aspek etika. Menurutnya, dokumen pendukung seperti kode etik karyawan dan kode etik dosen perlu disiapkan dengan jelas agar dapat menjadi dasar penilaian yang terukur dan transparan.
Pertemuan hari ke-5 ini masih berada pada tahap penyempurnaan dokumen SMOP, dengan target besar agar pada 5 Februari 2026 dokumen dapat memasuki tahap serah terima. Dengan demikian, agenda sosialisasi SOP pada 12 Februari 2026 dapat terlaksana sesuai rencana.
Melalui proses ini, UWG Malang menunjukkan bahwa implementasi ISO 21001 bukan sekadar formalitas, tetapi upaya serius membangun tata kelola pendidikan yang lebih rapi, terstandar, dan siap diaudit secara profesional.





