MALANG — Kesadaran akan singkatnya kehidupan dunia menjadi pesan kuat dalam Pengajian Jumat Pagi “Rahmatan Lil ‘Alamin” Edisi ke-19 yang diselenggarakan oleh Unit P3AI UWG (Pengembangan, Pembinaan dan Pengamalan Agama Islam) pada Jumat, 23 Januari 2026, di Masjid Al-Farabi Kampus 3 Universitas Widya Gama (UWG) Malang.
Kajian yang diikuti dosen dan karyawan dari seluruh unit di lingkungan Perguruan Widya Gama Malang ini menghadirkan Dr. Ajang Kusmana, S.Ag., M.Ag. sebagai narasumber dengan tema mendalam, “Kiat Sukses Hidup di Dunia & di Akhirat: Hidup di Dalam Surga.”
Dalam penyampaiannya, Dr. Ajang mengajak jamaah untuk merenungi perbandingan waktu dunia dan akhirat yang kerap luput dari kesadaran manusia. Ia mengutip penjelasan Al-Qur’an bahwa satu hari di akhirat setara dengan 1.000 tahun di dunia. Bahkan, jika dihitung lebih rinci, satu jam di akhirat setara dengan sekitar 41,7 tahun kehidupan dunia.
“Kalau usia kita rata-rata 60 tahun, lalu dibagi 41,7 tahun, maka usia manusia di dunia ini hanya sekitar 1,4 jam saja dalam ukuran akhirat,” tutur Dr. Ajang. Pernyataan ini sontak menggugah kesadaran jamaah bahwa hidup di dunia sejatinya sangat singkat.
Ia kemudian mengibaratkan kehidupan manusia seperti jarak antara adzan dan shalat—pendek, cepat berlalu, dan tidak bisa diulang. Lebih jauh, Dr. Ajang menegaskan bahwa manusia sejatinya hanya ‘dipanggil’ tiga kali dalam hidupnya, yakni saat adzan, saat menunaikan ibadah haji, dan saat dipanggil menuju kubur.







Dalam bagian yang tak kalah menyentuh, Dr. Ajang mengingatkan bahwa orang yang telah meninggal dunia tidak lagi memiliki kesempatan untuk beramal, khususnya bersedekah. Padahal, menurutnya, sedekah adalah salah satu amal dengan pahala terbesar.
“Allah menjanjikan pahala sedekah hingga 700 kali lipat, karena sedekah itu bukan perkara mudah. Justru karena sulit, maka nilainya sangat tinggi di sisi Allah,” jelasnya.
Menutup materi kajian, Dr. Ajang mengutip Surat Al-Mulk ayat 2, bahwa hidup dan mati adalah ujian untuk melihat siapa di antara manusia yang paling baik amalnya. Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak menunda kebaikan, memanfaatkan waktu hidup yang singkat, dan menjadikan dunia sebagai ladang amal menuju kebahagiaan akhirat.
Pengajian Jumat Pagi ini tidak hanya menjadi sarana menuntut ilmu, tetapi juga ruang refleksi spiritual bagi keluarga besar Universitas Widya Gama Malang, STIKES Widya Gama Husada, SMA Widya Gama Malang, SMK Widya Gama Malang, serta jama’ah Masjid Al-Farabi.
Melalui kajian ini, P3AI UWG berharap nilai-nilai keislaman dapat terus menguat, membentuk pribadi yang sukses secara profesional sekaligus siap menghadapi kehidupan akhirat, karena sejatinya hidup di dunia hanyalah persinggahan yang sangat singkat.
Semoga setiap langkah menuju majelis ilmu ini menjadi cahaya dan pemberat amal kebaikan kelak. Aamiin. (San/PIP)





