MALANG, 2 Agustus 2024 — Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyagama (UWG) Malang mengambil langkah strategis untuk memastikan lulusannya tidak tertinggal dari perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Melalui pembaruan Kurikulum Prodi Akuntansi Tahun 2024 yang akan mulai diterapkan pada tahun 2025, Prodi Akuntansi FEB UWG secara aktif melibatkan mitra dunia kerja serta praktisi profesional. Upaya ini dilakukan agar kurikulum yang disusun tidak hanya baik secara administratif, tetapi juga benar-benar relevan dengan kebutuhan industri.
Ketua Program Studi Akuntansi FEB UWG Khojanah Hasan, S.E., M.M., Ak., CA., CTT. menegaskan bahwa penyusunan kurikulum saat ini tidak bisa lagi dilakukan secara “internal” dan mengandalkan sudut pandang akademik semata. Kebutuhan dunia kerja harus masuk sejak awal sebagai fondasi penyusunan kurikulum.
“Masukan dari dunia kerja sangat penting untuk memastikan lulusan Prodi Akuntansi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan praktis, tanpa mengesampingkan landasan teori yang kuat dari dunia akademik,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Prodi Akuntansi FEB UWG tidak ingin menghasilkan lulusan yang “jago teori” tetapi gamang ketika berhadapan dengan standar audit, dinamika perpajakan, hingga tuntutan penggunaan teknologi dalam profesi akuntansi.
Libatkan KAP Mitra: Kurikulum Harus Terhubung dengan Praktik
Dalam proses pembaruan kurikulum ini, Prodi Akuntansi FEB UWG mengundang sejumlah mitra strategis dari Kantor Akuntan Publik (KAP) yang selama ini aktif menjalin kerja sama dengan kampus, antara lain:
- KAP Achsin Handoko Tomo
- KAP Mahsun, Nurdiono, Kukuh & Rekan
- KAP Thoufan dan Rosyid
- KAP Hendro, Syukron, Edy
- KAP Dwikora Hari Prianto
Selain KAP, masukan juga diperoleh dari praktisi akuntansi, auditor, serta pengguna lulusan yang memahami kebutuhan kompetensi nyata di lapangan.
Forum diskusi tidak berhenti pada formalitas. Pembahasan berlangsung tajam, mencakup penguatan materi inti yang paling menentukan kualitas lulusan, seperti akuntansi keuangan, audit, perpajakan, sistem informasi akuntansi, etika profesi, hingga integrasi teknologi serta kebutuhan sertifikasi profesi.
Hasil diskusi ini kemudian menjadi pijakan penting dalam penyempurnaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta penguatan mata kuliah berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Kurikulum Tidak Boleh Kalah Cepat dari Teknologi
Sekretaris Program Studi Akuntansi FEB UWG Malang, Muhammad Syafiq, S.E., M.S.A., CSRS., CSRA., CPTT. juga menegaskan bahwa pembaruan Kurikulum 2024 harus selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Fokus utamanya bukan sekadar mengganti nama mata kuliah, melainkan memperkuat pembelajaran berbasis praktik melalui:
- magang industri
- pembelajaran kontekstual
- keterlibatan praktisi sebagai dosen tamu
- penguatan kompetensi yang langsung terhubung dengan dunia profesi
“Kami ingin memastikan mahasiswa Prodi Akuntansi FEB UWG tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis,” tambah Sekretaris Program Studi.
Transparan dan Akuntabel: Semua Proses Didokumentasikan
Sebagai bagian dari tata kelola akademik yang profesional, kegiatan penyusunan dan evaluasi kurikulum ini dilaksanakan melalui forum diskusi dan rapat kurikulum yang didokumentasikan secara lengkap, mulai dari foto kegiatan, daftar hadir mitra, hingga notulen rapat. Hal ini menjadi bentuk komitmen Prodi Akuntansi FEB UWG terhadap proses akademik yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui pembaruan Kurikulum Prodi Akuntansi Tahun 2024, FEB Universitas Widyagama Malang optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten, namun juga adaptif terhadap perubahan regulasi, teknologi, serta memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.





