MALANG — Universitas Widya Gama (UWG) Malang secara resmi melakukan Penarikan Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun 2026 di Desa Senggreng, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Kamis (12/2/2026). Acara seremonial berlangsung khidmat di Kantor Desa Senggreng, sekaligus menegaskan keberhasilan kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan desa dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.
Kegiatan KPM UWG Malang tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Pengelolaan Ekonomi Kreatif, SDA Berkelanjutan, Wisata Air, Seni dan Budaya”. Mahasiswa diterjunkan selama satu bulan di tiga dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Rancak, dan Dusun Kecopokan, yang terbagi ke dalam 12 kelompok KPM.
Program Nyata dan Solusi Tepat Sasaran
Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) LPPM UWG Malang, Prof. Dr. Ir. Moh. Sui, MP, mewakili Ketua LPPM, disampaikan bahwa mahasiswa KPM UWG telah merealisasikan berbagai program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, antara lain:
- Pemasangan kaca cembung di perempatan jalan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas
- Inovasi mesin filter minyak kelapa
- Penguatan branding UMKM jamu
- Pemeliharaan embung desa
- Digitalisasi pemasaran sektor perikanan
- Pengembangan potensi wisata desa
- Program pendampingan masyarakat dan peserta didik sekolah dasar








“Program KPM dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Senggreng,” tegas Prof. Moh. Sui.
Desa Senggreng, Desa Kaya Potensi dan Inovasi
Desa Senggreng yang dihuni sekitar 10.600 jiwa dikenal sebagai desa dengan kekayaan sumber daya alam dan budaya. Nilai sosial masyarakat masih sangat kental dengan semangat gotong royong, peran aktif karang taruna, PKK, posyandu, serta tokoh agama yang berperan terukur dan inklusif.
Berbagai inovasi desa turut menjadi daya dukung KPM, seperti:
- Program orang tua asuh untuk pencegahan stunting
- Gerakan kesadaran ayah dalam membangun keluarga harmonis
- Program Lansia Berdaya
- Inovasi layanan desa “PECEL TEMPE MENDOAN” (Pelayanan Cepat Tanpa Meninggalkan Kerjoan kepada Masyarakat)
Selain itu, potensi ekonomi desa bertumpu pada pertanian, peternakan, perkebunan, UMKM pasar tradisional, jasa kreatif lokal, serta wisata alam perbukitan yang menjadi daya tarik wisatawan lokal dan regional. Kesenian gamelan dan tari topeng pun masih terus dibudayakan dan dikembangkan.
Kades Senggreng: Siap Jadi Laboratorium Pengabdian UWG
Kepala Desa Senggreng, Rendyta Witrayani, SE., SH., MM., menyampaikan apresiasi tinggi kepada UWG Malang atas pelaksanaan KPM di desanya. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya sebagai alumni Fakultas Hukum UWG Malang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor UWG dan seluruh jajaran. Desa Senggreng merasa terhormat menjadi lokasi pengabdian mahasiswa UWG. Program-program yang dijalankan sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Rendyta juga menyoroti sejumlah inovasi desa seperti bioflok tanaman stroberi, keberadaan 100 kelompok tani budidaya ikan di Sungai Brantas, serta capaian anugerah Desa Terbaik yang baru saja diraih.
“Kami siap menjadi desa laboratorium penelitian dan pengabdian masyarakat UWG Malang secara berkelanjutan. Bahkan kami ingin berkolaborasi dalam program tuntas pendidikan, memutus rantai kemiskinan dengan mendorong anak-anak desa Senggreng melanjutkan kuliah di UWG,” tegasnya.
Rektor UWG: Mahasiswa Hadir Membawa Inovasi
Sementara itu, Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, SH., MHum, menyampaikan apresiasi atas sambutan luar biasa dari Pemerintah Desa Senggreng dan masyarakat.
“Mahasiswa KPM UWG diterima dengan sangat baik. Program kerja berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata berupa masukan dan inovasi bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Rektor juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Desa Senggreng yang merupakan alumni UWG dan baru saja diwisuda beberapa bulan lalu.
“Meski hari ini mahasiswa kami ditarik kembali ke kampus, kami mohon maaf jika selama satu bulan pengabdian terdapat kekurangan. Namun kami yakin mahasiswa UWG telah berusaha maksimal sesuai arahan dosen pembimbing,” imbuhnya.
Penyerahan Vandel dan Cinderamata
Acara penarikan KPM ditandai dengan penyerahan vandel UWG Malang oleh Rektor kepada Kepala Desa Senggreng, serta penyerahan cinderamata dari Kapuslit LPPM dan para Wakil Rektor kepada kepala dusun, tokoh masyarakat, dan ketua kelompok tani.
Kolaborasi UWG Malang dan Desa Senggreng menjadi bukti nyata bahwa sinergi kampus dan desa mampu melahirkan inovasi, memperkuat kemandirian masyarakat, dan membuka jalan menuju pembangunan desa yang berkelanjutan.(San/PIP)





