Malang 25/5/2026. Fakultas Hukum UWG Malang kembali menunjukkan eksistensinya di dunia hukum nasional. Laboratorium FH UWG Malang kini menjadi pusat pelaksanaan Pelatihan Penyidikan bagi anggota Reskrim dari , dan yang berlangsung sejak 20 Mei hingga 20 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar pada Sejak seminggu lalu hingga 20 Juni mendatang tersebut menghadirkan pemateri profesional dari Lemdiklat Reskrim Mega Mendung Bogor dan diikuti sebanyak 60 anggota penyidik Reskrim dari tiga wilayah kepolisian di Jawa Timur.
Kepala Humas UWG (M. Ramadhana Alfaris MSi MH) menjelaskan; dipilihnya FH UWG sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Fakultas Hukum UWG selama ini dikenal aktif dan eksis dalam berbagai persoalan hukum di masyarakat.
“FH UWG dipilih karena eksis dalam kasus-kasus hukum. Fakultas Hukum UWG ingin masyarakat mengetahui kiprahnya dalam dunia hukum. Selain itu, banyak dosen FH UWG yang juga berprofesi sebagai lawyer, sehingga memiliki pengalaman praktis yang sangat relevan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan kerja sama yang baik antara pihak Polresta Malang kota dengan UWG menjadi faktor penting terselenggaranya kegiatan tersebut.




“Ini bagian dari komitmen UWG dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di lingkungan kepolisian. Karena epistemik adalah bagian dari proses pencaritahuan, maka sisi akademik di kampus sangat relevan dengan pengembangan kemampuan penyidikan,” tambahnya.
Menurut Ramadhana, ke depan UWG juga berupaya menghadirkan lebih banyak akademisi hukum yang kompeten untuk mendukung peningkatan kualitas SDM aparat penegak hukum.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan dari anggota Reskrim menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan dan pengembangan SDM fungsi Reskrim.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas penyidik di Polresta. Pesertanya ada 60 anggota penyidik dari Malang kota, Batu dan Pasuruan. Acara berlangsung selama satu bulan penuh,” ungkapnya.
Menariknya, salah satu peserta pelatihan diketahui juga merupakan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di FH UWG Malang. Hal itu menunjukkan sinergi kuat antara dunia akademik dengan institusi kepolisian dalam mencetak aparat penegak hukum yang profesional dan berintegritas.
Pelaksanaan pelatihan di lingkungan kampus dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendekatan akademik terhadap praktik penyidikan modern. Dengan dukungan tenaga pengajar, praktisi hukum serta suasana akademik yang kondusif, FH UWG Malang semakin menegaskan posisinya sebagai mitra penting dalam pengembangan kualitas aparat penegak hukum di Indonesia.(San/PIP)





