Malang, 10 April 2026 – Suasana religius dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti kegiatan rutin Jumat Tahes yang digelar oleh Universitas Widya Gama Malang melalui unit P3AI. Pengajian Jumat pagi edisi ke-21 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual pasca bulan suci Ramadhan.
Bertempat di Masjid Al-Farabi, kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut menghadirkan ulama dan akademisi terkemuka, Prof. Dr. H. Thohir Luth, sebagai penceramah.

Mengangkat tema “Pengamalan Nilai Puasa Ramadhan untuk Memformat Mukmin Menjadi Hamba Allah yang Berkualitas”, pengajian ini menyoroti pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan akhlak setelah Ramadhan usai.
Dalam ceramahnya, Prof. Thohir Luth menyampaikan bahwa pembahasan tentang manusia tidak akan pernah habis. Ia menegaskan bahwa dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa manusia yang beriman akan mendapatkan keselamatan dan kembali ke surga Allah SWT.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah pasca Ramadhan. Menurutnya, bulan Syawal bukan sekadar bulan biasa, tetapi memiliki makna peningkatan.
“Barang siapa yang melanjutkan puasa setelah Ramadhan, maka akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Syawal itu artinya peningkatan. Setelah kita ditempa di bulan Ramadhan, maka di bulan Syawal ini kita harus meningkatkan kualitas ibadah hingga bertemu kembali dengan bulan Sya’ban yang akan datang,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan tentang panggilan khusus bagi orang-orang beriman dalam Al-Qur’an, sebagaimana termaktub dalam QS Al-Baqarah ayat 183, bahwa tujuan puasa adalah untuk membentuk pribadi yang bertakwa.
Dalam analoginya, ia menggambarkan kehidupan manusia seperti roda yang terus berputar. Keimanan seseorang bisa naik dan turun, namun tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan agar keimanan dan ketakwaan tetap berada di level tinggi.



“Semua itu dimulai dari diri kita sendiri, bukan dari orang lain,” tegasnya.
Ia juga mengutip pesan dalam QS Al-Munafiqun ayat 9–10 tentang pentingnya istiqomah dalam ketaqwaan serta menjaga diri dari kelalaian akibat harta dan keluarga.
“Hai orang-orang beriman, jangan sampai harta dan anak-anak melalaikan kalian dari mengingat Allah. Jika itu terjadi, maka kita termasuk orang yang merugi. Padahal orang-orang bertakwa adalah golongan yang beruntung, dan kemenangan itu harus terus dijaga,” ungkapnya penuh penekanan.
Sementara itu, Ketua P3AI, Dr. Ir. H. Suriansyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh civitas akademika. Ia mengucapkan terima kasih kepada para dosen, karyawan, Rektor, dekan, serta kaprodi di lingkungan UWG Malang yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pengajian rutin ini.
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan ke-21 dari program pengajian rutin yang dilaksanakan setiap bulan pada minggu pertama. Selain itu, P3AI juga terus mendorong berbagai program pembinaan keagamaan, seperti pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, program sholat malam sebulan sekali, serta penguatan sholat berjamaah Dzuhur dan Ashar bagi dosen dan karyawan di masjid kampus.
“Semua program ini demi kebaikan kita bersama. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kita dalam meningkatkan kualitas iman dan amal,” tutupnya.
Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen keluarga besar YPPI Widya Gama Malang, mulai dari dosen, guru, hingga karyawan dari berbagai lembaga, seperti UWG Malang, STIKES Widya Gama Husada, serta SMA dan SMK Widya Gama Malang.
Dengan terselenggaranya pengajian ini, diharapkan nilai-nilai luhur Ramadhan tidak hanya menjadi kenangan, tetapi terus hidup dan membentuk pribadi-pribadi unggul yang berintegritas, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.(San/PIP)





