Empat Putra Daerah Sidodadi Lulus Sertifikasi Nasional Pemandu Goa, Bukti Nyata Sinergi UWG dan Komunitas Konservasi

by | Apr 13, 2026 | Berita, FH | 0 comments

Malang 10/4/2026 – Kabar membanggakan datang dari kawasan Malang Selatan. Empat anggota komunitas lokal yang tergabung dalam Sidodadi Conservation Community (SCC) berhasil menorehkan prestasi dengan lulus uji kompetensi nasional sebagai Pemandu Wisata Goa. Keberhasilan ini tak lepas dari pendampingan intensif Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH., MH., dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Gama (UWG) Malang sekaligus pakar hukum lingkungan.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat mandiri yang dilakukan Dr. Purnawan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi di wilayah karst Malang Selatan, tepatnya di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Lulus Uji Nasional di Gua Jomblang

Uji kompetensi dilaksanakan pada 30 Maret 2026 di kawasan Gua Jomblang, Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini difasilitasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramuwisata Indonesia (Pramindo) sebagai lembaga resmi berskala nasional.

Empat peserta yang dinyatakan kompeten tersebut adalah:

  • Ahmad Royin Sodikin
  • Ahmad Khoirul Huda
  • Abdul Mun’im Faradis
  • Shohibul Izar

Mereka mengikuti serangkaian uji ketat yang meliputi kemampuan komunikasi kepemanduan, pemahaman lokasi wisata, aspek keselamatan, teknik evakuasi saat kondisi darurat, hingga edukasi konservasi ekosistem gua karst.

Berdasarkan hasil asesmen sesuai pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta SOP LSP Pramuwisata Indonesia, keempat peserta dinyatakan kompeten (K) dan berhak memperoleh sertifikasi resmi sebagai Pemandu Wisata Goa.

Peran Penting Akademisi UWG

Dr. Purnawan Dwikora Negara menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal sertifikat, tapi tentang bagaimana masyarakat lokal memiliki kapasitas profesional dalam menjaga dan memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selama ini, Dr. Purnawan aktif mendampingi masyarakat SCC dalam kegiatan konservasi kawasan karst sekaligus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi.

SCC: Garda Depan Konservasi Karst Malang Selatan

Sidodadi Conservation Community (SCC) sendiri merupakan organisasi lingkungan berbasis masyarakat yang fokus pada pelestarian ekosistem karst di Malang Selatan. Komunitas ini resmi berbadan hukum sejak awal tahun 2024, berkat dukungan tim pengabdian masyarakat UWG Malang.

Dalam menjalankan kegiatannya, SCC tidak berjalan sendiri. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi UWG dan Komunitas Tegalsari Maritim (KTM). Beragam program telah dijalankan, mulai dari penanaman mangrove, restorasi sumber mata air, hingga pelatihan wisata berbasis alam seperti susur sungai dan eksplorasi gua.

Dorong Pariwisata Berkelanjutan

Keberhasilan empat anggota SCC ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat lainnya untuk meningkatkan kompetensi, sekaligus memperkuat pengelolaan wisata berbasis konservasi.

Dengan adanya pemandu wisata yang tersertifikasi, kawasan karst Malang Selatan memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata edukatif yang aman, profesional, dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.(San/PIP)

Berita Terbaru UWG