90 Persen Lulusan Cepat Terserap Dunia Kerja, Tracer Study Buktikan Prodi Ilmu Hukum UWG Malang Cetak SDM Hukum Berkualitas

by | Jul 8, 2026 | Berita, FH | 0 comments

MALANG – Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menegaskan kualitas lulusannya melalui hasil Tracer Study tujuh tahun terakhir. Hasil evaluasi yang melibatkan 152 alumni menunjukkan bahwa lulusan Prodi Ilmu Hukum UWG memiliki daya saing tinggi, cepat terserap di dunia kerja, serta memiliki kompetensi yang sangat relevan dengan kebutuhan berbagai sektor profesi hukum di Indonesia.

Berdasarkan hasil Tracer Study, sebanyak 67,8 persen alumni memperoleh pekerjaan kurang dari dua bulan setelah lulus, sementara 20,4 persen lainnya mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan. Artinya, hampir 90 persen lulusan Prodi Ilmu Hukum UWG berhasil memasuki dunia kerja dalam waktu yang relatif singkat, menjadi bukti nyata tingginya tingkat employability lulusan sekaligus relevansi kurikulum yang diterapkan dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Tidak hanya cepat memperoleh pekerjaan, para alumni juga tersebar di berbagai profesi strategis, mulai dari lembaga penegak hukum, kantor advokat, kantor notaris/PPAT, instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta hingga menjadi legal officer di berbagai perusahaan. Sebanyak 90,8 persen alumni menyatakan pekerjaan yang dijalani sesuai dengan bidang ilmu hukum yang dipelajari selama kuliah, menandakan bahwa kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diterapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Dari sisi kesejahteraan, hasil Tracer Study juga menunjukkan capaian yang menggembirakan. Sebanyak 61,2 persen alumni mengaku penghasilan pertama yang diterima cukup memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan 38,2 persen lainnya menyatakan sangat cukup. Temuan ini memperlihatkan bahwa lulusan Prodi Ilmu Hukum UWG memiliki nilai tambah yang diakui dunia kerja dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.

Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UWG Malang, Dr. Sulthon, SH., MH., menegaskan bahwa Tracer Study bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan instrumen strategis dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi.

“Tracer Study menjadi cermin keberhasilan Program Studi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan kurikulum, memperkuat pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE), memperluas kerja sama dengan berbagai institusi, serta meningkatkan peluang magang dan sertifikasi kompetensi agar lulusan Ilmu Hukum UWG semakin unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Sulthon.

Program Studi Ilmu Hukum UWG Malang juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan hasil Tracer Study sebagai dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Masukan dari alumni dan pengguna lulusan akan terus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas jejaring kemitraan, serta mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan hukum, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Malang semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu program studi yang mampu melahirkan lulusan profesional, beretika, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum, pembangunan bangsa, serta kemajuan masyarakat Indonesia.(Humas)

dokumen: disini

HASIL TRACER STUDY PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WIDYA GAMA MALANG: BUKTI RELEVANSI LULUSAN TERHADAP KEBUTUHAN DUNIA KERJA

Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Malang secara berkelanjutan melaksanakan Tracer Study sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Tracer Study menjadi instrumen penting dalam mengukur tingkat keberhasilan lulusan, relevansi capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta kesesuaian kompetensi yang diperoleh selama masa studi dengan kebutuhan dunia kerja dan para pemangku kepentingan.

                Hasil Tracer Study yang melibatkan 152 alumni menunjukkan bahwa lulusan Program Studi Ilmu Hukum memiliki daya saing yang sangat baik di pasar kerja. Sebanyak 67,8% alumni memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari dua bulan setelah lulus, sedangkan 20,4% alumni memperoleh pekerjaan dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan. Dengan demikian, hampir 90% lulusan berhasil memasuki dunia kerja dalam waktu yang relatif singkat. Capaian tersebut mencerminkan tingginya tingkat employability lulusan sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi yang dibangun selama proses pendidikan mampu menjawab kebutuhan pengguna lulusan.

Dari aspek bidang pekerjaan, lulusan tersebar pada berbagai sektor profesi hukum. Sebagian besar alumni bekerja pada lembaga penegak hukum, kantor advokat, kantor notaris/PPAT, instansi pemerintah, perusahaan swasta, BUMN/BUMD, maupun sebagai legal officer di berbagai perusahaan. Sebaran tersebut menunjukkan bahwa lulusan tidak hanya memiliki kompetensi untuk berkarier pada profesi hukum klasik (traditional legal profession), tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan profesi hukum modern yang semakin dinamis dan multidisipliner.

Salah satu indikator yang sangat penting dalam Tracer Study adalah tingkat kesesuaian antara bidang pekerjaan dengan kompetensi akademik yang diperoleh selama perkuliahan. Sebanyak 90,8% alumni menyatakan bahwa pekerjaan yang mereka jalani sesuai dengan bidang ilmu hukum yang dipelajari di Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Malang. Persentase tersebut menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan telah memiliki relevansi yang tinggi terhadap kebutuhan dunia kerja, sehingga proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai aspek teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan analitis, etika profesi, kemampuan komunikasi hukum, serta kecakapan dalam penyelesaian masalah hukum.

Tracer Study juga menunjukkan bahwa mayoritas alumni telah memperoleh tingkat penghasilan awal yang memadai. Sebanyak 61,2% alumni menyatakan penghasilan pertama yang diterima cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan 38,2% lainnya menyatakan sangat cukup. Temuan ini mengindikasikan bahwa lulusan memiliki nilai tambah (added value) yang diakui oleh dunia kerja serta mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.

Analisis Hasil Tracer Study

Berdasarkan hasil tersebut, terdapat beberapa indikator strategis yang dapat dijadikan dasar evaluasi dan pengembangan Program Studi.

Pertama, masa tunggu kerja yang relatif singkat menunjukkan bahwa proses pembelajaran, pembinaan kemahasiswaan, praktik peradilan semu, magang, serta kerja sama dengan berbagai institusi telah memberikan kontribusi nyata terhadap kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Hal ini menjadi indikator bahwa profil lulusan yang dirumuskan dalam kurikulum telah sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Kedua, tingginya tingkat kesesuaian pekerjaan dengan bidang ilmu mengonfirmasi bahwa Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) telah tercapai secara efektif. Kompetensi hukum substantif, kemampuan berargumentasi, penalaran hukum (legal reasoning), penyusunan dokumen hukum, penelitian hukum, hingga etika profesi yang dikembangkan selama proses pembelajaran terbukti relevan dengan tuntutan profesi.

Ketiga, keberagaman sektor pekerjaan alumni menunjukkan fleksibilitas kompetensi lulusan. Lulusan tidak hanya terserap pada profesi litigasi, tetapi juga mampu mengisi berbagai posisi strategis di sektor pemerintahan, korporasi, maupun pelayanan publik. Kondisi ini menjadi bukti bahwa kurikulum Program Studi telah mengakomodasi perkembangan kebutuhan pasar kerja yang semakin kompleks.

Keempat, hasil Tracer Study menjadi umpan balik yang sangat penting bagi Program Studi dalam melakukan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Data ini akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE), meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, instansi pemerintah, organisasi profesi, serta memperluas peluang magang dan sertifikasi kompetensi guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen terhadap Peningkatan Mutu

Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Malang berkomitmen menjadikan hasil Tracer Study sebagai dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan mutu pendidikan. Informasi yang diperoleh dari alumni dan pengguna lulusan akan terus dimanfaatkan untuk memperkuat kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jejaring kerja sama, serta mengembangkan kompetensi lulusan yang adaptif terhadap perkembangan hukum, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Capaian Tracer Study ini merupakan bukti bahwa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Malang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan akademik, tetapi juga berfokus pada keberhasilan lulusan dalam membangun karier profesional, menjunjung tinggi integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum, pembangunan bangsa, dan kemajuan masyarakat. Hasil ini sekaligus menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi dan penguatan budaya mutu secara berkelanjutan.

Berita Terbaru UWG