Baru Dua Minggu Dibuka, S2 Teknik Sipil UWG Malang Langsung Penuh! Mahasiswa Angkatan Pertama Datang dari Berbagai Daerah hingga Luar Negeri

by | Oct 28, 2026 | Berita, FT | 0 comments

MALANG – Belum genap sebulan mengantongi izin operasional, Program Studi Magister (S2) Teknik Sipil Universitas Widya Gama Malang (UWG Malang) langsung mencatatkan capaian membanggakan. Hanya dalam waktu dua minggu sejak pendaftaran dibuka, kuota maksimal 30 mahasiswa baru berhasil terpenuhi. Bahkan, sejumlah calon mahasiswa lainnya terpaksa belum dapat diterima karena kapasitas angkatan pertama telah penuh.

Capaian tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi pengembangan pendidikan pascasarjana UWG Malang. Menariknya, mahasiswa angkatan perdana ini tidak hanya berasal dari berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, yakni Sudan dan Timor Leste.

Momentum bersejarah ini ditandai dengan penyelenggaraan kuliah perdana S2 Teknik Sipil pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Gedung Pascasarjana UWG Malang tersebut diselenggarakan secara hybrid, memadukan pembelajaran tatap muka dan daring untuk mengakomodasi mahasiswa dari berbagai daerah.

Kuliah perdana ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, Direktur Pascasarjana, Pembina Pascasarjana, Dekan Fakultas Teknik, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (AUKK), serta para dosen Teknik Sipil UWG Malang.

Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil, Dr. Dafid Irawan, S.T., M.T., dalam laporannya mengungkapkan bahwa Surat Keputusan (SK) pembukaan program studi resmi diterbitkan pada 25 September 2026. Tidak membutuhkan waktu lama, antusiasme masyarakat terhadap program magister tersebut langsung terlihat dari tingginya jumlah pendaftar.

“Kuota maksimal 30 mahasiswa berhasil terpenuhi hanya dalam dua minggu. Pendaftaran kemudian kami tutup karena kapasitas angkatan pertama sudah penuh, meskipun masih terdapat calon mahasiswa lain yang berminat,” jelasnya.

Menurut Dafid, seluruh mahasiswa yang diterima kini telah memiliki Nomor Induk Mahasiswa (NIM) aktif dan resmi tercatat sebagai mahasiswa S2 Teknik Sipil UWG Malang.

Keistimewaan angkatan perdana ini juga terlihat dari keberagaman latar belakang mahasiswanya. Mereka terdiri atas lulusan baru berprestasi, alumni perguruan tinggi, praktisi konstruksi, mitra profesional, hingga pejabat fungsional dari instansi pemerintahan, termasuk dari Kabupaten Pasuruan dan Kota Malang.

Secara geografis, mahasiswa berasal dari Malang, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Cimahi, Banjarmasin, Palangka Raya, Bontang, Karimun di Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Lombok Timur, hingga Sumbawa. Kehadiran mahasiswa dari Sudan dan Timor Leste semakin memperkuat dimensi internasional program studi yang baru dibuka tersebut.

Keberagaman ini diharapkan menciptakan suasana akademik yang dinamis. Pengalaman profesional para mahasiswa dapat menjadi sumber pembelajaran yang mempertemukan teori, penelitian, dan persoalan nyata di lapangan.

Dalam pengembangan akademiknya, S2 Teknik Sipil UWG Malang menawarkan sejumlah bidang kajian, antara lain light forensic infrastructure, manajemen konstruksi, sumber daya air, dan biologi teknik. Bidang-bidang tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pengembangan infrastruktur, teknologi konstruksi, serta tantangan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Pascasarjana UWG Malang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil menjadi bagian dari angkatan pertama. Ia menegaskan bahwa pembatasan jumlah mahasiswa merupakan langkah yang disengaja untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung optimal dan mutu akademik tetap terjaga.

Mahasiswa yang berdomisili di Malang dan sekitarnya juga didorong untuk memanfaatkan fasilitas kampus, termasuk melakukan konsultasi dan bimbingan tesis secara langsung bersama dosen pembimbing.

Sementara itu, Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, S.H., M.Hum., yang sekaligus meresmikan program studi tersebut, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan S2 Teknik Sipil memenuhi kuota mahasiswa pada penerimaan angkatan pertama.

Menurutnya, Teknik Sipil merupakan salah satu bidang keilmuan yang memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat.

Rektor menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari banyaknya mahasiswa yang diterima, tetapi juga dari kualitas lulusan dan manfaat keilmuan yang dihasilkan.

Ia berharap para mahasiswa nantinya tidak hanya memperoleh gelar magister, tetapi benar-benar mampu mengembangkan kompetensi, memperkuat profesionalisme, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.

Kepada para dosen, Rektor juga berpesan agar senantiasa menjaga marwah keilmuan, integritas akademik, serta kualitas proses pendidikan.

Kehadiran mahasiswa dari kalangan praktisi dan aparatur pemerintahan dinilai menjadi kekuatan tersendiri. Pengalaman mereka di dunia kerja diharapkan dapat memperkaya diskusi akademik sekaligus mendorong lahirnya penelitian yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pesan penuh makna juga disampaikan Pembina Pascasarjana sekaligus perwakilan yayasan, Prof. Dr. Muryati, S.E., M.M. Ia memahami bahwa sebagian besar mahasiswa magister harus menjalani peran ganda sebagai pekerja, anggota keluarga, sekaligus mahasiswa.

Karena itu, kemampuan mengelola waktu, menjaga komitmen, dan membangun kedisiplinan menjadi kunci penting agar seluruh mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Prof. Muryati juga menegaskan prinsip mendasar bahwa UWG Malang merupakan lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi proses akademik dan kualitas keilmuan.

“UWG tidak pernah menjual jasa, melainkan menyelenggarakan pendidikan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa gelar akademik harus diperoleh melalui proses pembelajaran yang sungguh-sungguh, integritas, serta penguasaan ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga berharap para mahasiswa mampu menjadi pribadi yang kompeten, profesional, dan memiliki kepedulian sosial. Menurutnya, ilmu pengetahuan semestinya tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan karier atau kepentingan pribadi, tetapi juga untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi orang lain.

Menariknya, kuliah perdana ini berlangsung tepat pada Hari Sumpah Pemuda ke-98. Momentum tersebut menghadirkan makna simbolis tersendiri. Jika Sumpah Pemuda menjadi tonggak persatuan anak bangsa dari berbagai daerah, maka kehadiran mahasiswa S2 Teknik Sipil UWG Malang dari berbagai wilayah hingga mancanegara menjadi gambaran semangat persatuan dalam ruang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda dimulainya perjalanan akademik angkatan pertama S2 Teknik Sipil UWG Malang.

Keberhasilan memenuhi kuota mahasiswa dalam waktu singkat menjadi modal awal yang positif bagi pengembangan program studi tersebut. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan kepercayaan masyarakat dijawab melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, riset yang relevan, dan lulusan yang berdaya saing.

Melalui pembukaan program magister ini, UWG Malang semakin memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia, perluasan akses pendidikan tinggi, dan internasionalisasi kampus.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Universitas Widya Gama Malang sebagai universitas bermutu, mandiri, bermartabat, dan berwawasan global, sejalan dengan semangat melahirkan Generasi Unggulan yang Beradab.(humas)

Berita Terbaru UWG