Jakarta, 7 Agustus 2026 – Kabar membanggakan datang dari Universitas Widya Gama (UWG) Malang. Wakil Rektor III sekaligus Guru Besar Akuntansi Sektor Publik UWG Malang, Prof. Dr. Ana Sopanah, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., dipercaya memimpin ICMA Indonesia sebagai President periode 2026–2029.
Prof. Ana terpilih dalam Annual General Meeting (AGM) ICMA Australia & New Zealand Representative Office Indonesia yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Hotel Ciputra, Jakarta. Forum strategis tersebut diikuti 30 peserta yang hadir secara langsung dan 70 perwakilan melalui mekanisme proxy.
Kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Ana menjadi catatan penting bagi UWG Malang. Tidak hanya menunjukkan kiprah akademisi kampus di tingkat nasional, posisi tersebut juga membawa nama UWG Malang semakin dekat dengan jejaring profesional internasional.
Institute of Certified Management Accountants (ICMA) merupakan organisasi profesi internasional bidang akuntansi manajemen yang berpusat di Australia. Jaringannya telah menjangkau lebih dari 114 negara dengan 13.551 anggota dan 20 kantor cabang atau perwakilan internasional, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, ICMA telah berkembang menjadi komunitas profesional dengan 2.433 anggota. Mereka berasal dari berbagai bidang strategis, mulai dari akuntansi, keuangan, audit, investasi, tata kelola, manajemen risiko, strategi, pemasaran, data analytics, sumber daya manusia, hingga berbagai fungsi manajerial lainnya.



Estafet Kepemimpinan Tiga Tahunan
AGM bukan sekadar forum pemilihan pengurus. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi perjalanan ICMA Indonesia selama tiga tahun terakhir dan menentukan arah organisasi untuk tiga tahun mendatang.
Kepengurusan periode 2023–2026 di bawah kepemimpinan Nursaksi Niko Rosandy terlebih dahulu menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Dalam tiga tahun terakhir, ICMA Indonesia mencatatkan aktivitas yang cukup impresif dengan menyelenggarakan 219 seri seminar dan webinar yang menjangkau lebih dari 24.166 peserta dari kalangan profesional, praktisi, dan akademisi.
Setelah laporan pertanggungjawaban diterima, forum berlanjut pada pemilihan kepemimpinan periode 2026–2029. Dari proses tersebut, Prof. Ana Sopanah memperoleh kepercayaan untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan ICMA Indonesia.
AGM juga memilih jajaran pengurus inti lainnya yang terdiri atas Vice President, Secretary General, dan Treasurer.
Saatnya Bermimpi Lebih Besar
Mengemban amanah baru, Prof. Ana langsung membawa pesan optimistis. Ia ingin ICMA Indonesia berkembang lebih jauh, bukan sekadar menjadi organisasi profesi yang dikenal melalui pelatihan dan sertifikasi.
“Saya percaya bahwa CMA Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi organisasi profesi akuntansi manajemen terbesar, paling berpengaruh, dan paling dihormati di Indonesia. Potensi itu sudah ada. Yang kita perlukan sekarang adalah keberanian untuk bermimpi lebih besar dan bekerja lebih keras.”
Menurut Prof. Ana, tantangan dunia profesional yang berubah cepat menuntut organisasi untuk menghadirkan lebih dari sekadar sertifikasi. ICMA Indonesia harus mampu menjadi ruang bertumbuh sekaligus rumah besar bagi para profesional.
“Kita harus menjadi rumah bagi para profesional akuntansi manajemen, pusat pengembangan kompetensi, pusat jejaring profesional, pusat inovasi, serta mitra strategis bagi dunia usaha, pemerintahan, dan perguruan tinggi.”
Semangat kolaborasi menjadi salah satu kunci kepemimpinannya. Prof. Ana ingin membangun koneksi yang semakin kuat antara profesional, dunia usaha dan industri, pemerintah, perguruan tinggi, serta berbagai asosiasi profesi.
Bawa Lima Agenda Besar
Untuk membawa ICMA Indonesia melangkah lebih jauh, Prof. Ana menyiapkan lima agenda strategis periode 2026–2029.
Pertama, memperluas keanggotaan ICMA secara nasional dengan memperkuat chapter di berbagai daerah dan membangun kemitraan strategis.
Kedua, meningkatkan kompetensi anggota melalui Continuous Professional Development (CPD), seminar internasional, workshop, dan sertifikasi lanjutan.
Ketiga, membuka kolaborasi internasional yang lebih luas dengan memanfaatkan kekuatan jaringan global ICMA.
Keempat, memperkuat pengakuan terhadap profesi Certified Management Accountant (CMA) di Indonesia.
Kelima, membawa ICMA Indonesia menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, adaptif, dan berdampak nyata bagi anggota serta masyarakat.
UWG Malang Semakin Terhubung dengan Dunia
Terpilihnya Prof. Ana memiliki makna lebih luas bagi UWG Malang. Kepemimpinannya di organisasi profesi internasional membuka ruang semakin besar bagi kampus untuk terhubung dengan jejaring profesional, industri, pemerintahan, perguruan tinggi, dan komunitas internasional.
Bagi dunia pendidikan tinggi, keterhubungan tersebut menjadi semakin penting. Kampus tidak lagi cukup hanya kuat di ruang akademik, tetapi juga perlu hadir dan memberikan pengaruh dalam perkembangan profesi serta menjawab kebutuhan dunia kerja.
Kepercayaan kepada Prof. Ana sekaligus menunjukkan bahwa akademisi dari Malang mampu mengambil posisi strategis dalam jejaring profesi global.
Kini, tantangan baru menanti. Dengan 2.433 anggota ICMA Indonesia dan jaringan global yang menjangkau lebih dari 114 negara, Prof. Ana membawa misi untuk membuat organisasi tersebut semakin besar, profesional, dan berpengaruh.
Dari ruang akademik UWG Malang menuju kepemimpinan organisasi profesi internasional, perjalanan Prof. Ana membawa satu pesan kuat: akademisi Indonesia tidak hanya mampu mengikuti perkembangan global, tetapi juga dapat mengambil peran untuk memimpinnya. (rm/hms)





