MALANG, 19 Agustus 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Gama Malang (UWG Malang) berkolaborasi dengan Universitas Bina Nusantara (UBHINUS) dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk International Community Empowerment Program yang dilaksanakan di Lintang Batik Malang, salah satu mitra UMKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UWG Malang.
Kolaborasi ini mempertemukan dua institusi pendidikan tinggi dalam negeri, UWG Malang dan UBHINUS, dengan satu perguruan tinggi luar negeri, UTHM Malaysia. Sinergi lintas institusi dan lintas negara tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya berbasis pada penerapan ilmu, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM lokal.
Mengusung tema “Batik Goes To Global: Empowering Lintang Batik Malang as a Micro, Small, and Medium Enterprise Through Digital Branding, E-Commerce, and Technological Innovation”, kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas Lintang Batik Malang melalui pemanfaatan digital branding, e-commerce, dan inovasi teknologi.
Kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UWG Malang, Dr. Survival, S.E., M.M., Kaprodi Manajemen Dra. Wahju Wulandari, M.M., Kaprodi Akuntansi Khojana Hasan, S.E., M.M., para dosen pengabdi, serta mahasiswa. Perwakilan dari institusi mitra juga turut terlibat dalam rangkaian kegiatan pengabdian tersebut.
Kolaborasi Lintas Institusi dan Lintas Negara
Keterlibatan tiga perguruan tinggi dalam satu program pengabdian menjadi salah satu keunggulan kegiatan ini. UWG Malang dan UBHINUS berperan sebagai institusi dalam negeri yang membawa perspektif akademik dan pengalaman dalam pengembangan masyarakat serta UMKM, sementara UTHM Malaysia menghadirkan perspektif internasional yang memperkaya proses berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi para akademisi dan mahasiswa untuk saling bertukar wawasan sekaligus mendiskusikan strategi yang relevan dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UWG Malang, Dr. Survival, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Yang spesial pada kegiatan ini adalah kita bisa berkolaborasi lintas negara,” ujar Dr. Survival.
Menurutnya, keterlibatan tiga institusi memberikan manfaat yang lebih luas karena masing-masing pihak dapat berbagi ilmu dan pengalaman dari perspektif yang berbeda.
“Tentunya akan sangat bermanfaat karena kita masing-masing berbagi ilmu dan pengalaman. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk mitra kita, UMKM Lintang Batik, agar bisa semakin maju dan berkembang,” tambahnya.
Dorong Batik Lokal Menembus Pasar Global
Melalui program Batik Goes To Global, Lintang Batik Malang didorong untuk semakin mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen pengembangan usaha. Penguatan identitas merek melalui digital branding, pemanfaatan e-commerce sebagai kanal pemasaran, serta penerapan inovasi teknologi diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk batik lokal.
Bagi perguruan tinggi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa ilmu yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat diterapkan secara langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
Kolaborasi UWG Malang–UBHINUS–UTHM Malaysia sekaligus menjadi contoh nyata bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dikembangkan melalui jejaring kerja sama yang lebih luas. Tidak hanya melibatkan perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga menghadirkan mitra internasional untuk memperkuat perspektif global.
Melalui sinergi tersebut, batik lokal Malang diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga semakin siap untuk memperkenalkan potensi dan kekayaan batik Indonesia ke pasar yang lebih luas.
Dari Malang untuk Indonesia, dari Indonesia menuju dunia—kolaborasi pendidikan tinggi menjadi energi untuk mendorong UMKM lokal semakin inovatif, berdaya saing, dan go global.





