MALANG – Universitas Widya Gama Malang (UWG) kembali menorehkan prestasi di panggung inovasi internasional. Bukan hanya satu penghargaan, tim UWG Malang berhasil mencatatkan raihan Gold Medal, Silver Medal dan Bronze Medal dalam International Innovation and Invention Competition (IIICe) 2026 yang digelar secara online oleh Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa karya inovasi dan riset dari sivitas akademika UWG Malang mampu bersaing dalam kompetisi internasional yang mempertemukan berbagai gagasan inovatif dari sejumlah institusi.
Dalam daftar resmi “Award List for IIICe 2026 – Online Session”, sejumlah karya yang membawa nama Universitas Widya Gama Malang tercatat memperoleh penghargaan pada kategori Gold, Silver maupun Bronze.
GOLD MEDAL: Inovasi Infrastruktur Jalan UWG Tembus Level Internasional
Pada kategori Gold Medal, tim UWG Malang melalui karya berjudul “DIGITAL ROAD FORENSICS: INTEGRATED PRECISION AUDIT USING REBAR SCANNING AND GEOSPATIAL ANALYSIS FOR INFRASTRUCTURE SUSTAINABILITY” tercatat dalam daftar penghargaan IIICe 2026.
Tim tersebut terdiri dari Satrio Aji Arimurti, Dr. Ir. Dafid Irawan, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., Ibnu Abi Aufah, Syehti Fatima Kusumaningrum dan Intan Laily Nur Safira dengan institusi University Widya Gama Malang.
Karya ini mengangkat pendekatan digital road forensics melalui integrasi rebar scanning dan analisis geospasial untuk mendukung audit presisi dan keberlanjutan infrastruktur.
Raihan Gold Medal menjadi salah satu capaian tertinggi UWG dalam kompetisi inovasi tersebut sekaligus memperlihatkan kekuatan inovasi UWG pada bidang teknologi dan infrastruktur.
SILVER MEDAL: Inovasi Food Delivery Bawa Nama UWG ke Panggung Dunia
Prestasi berikutnya diraih melalui karya “FOOD DELIVERY USING AN ON-DEMAND TRANSPORTATION SERVICE (ODTS) SYSTEM IN INDONESIA”.



Tim yang terdiri dari Selvin Ceria Mita Ramadhan, Kristianus Noveri Gandum, Aji Suraji, Agus Tugas Sudjianto dan Mohamad Cakrawala tercatat sebagai tim dari Universitas Widya Gama Malang dengan karya tersebut.
Karya inovasi tersebut memperoleh Silver Medal + Sijil, sebagaimana tercantum dalam daftar penghargaan resmi IIICe 2026.
Mengangkat sistem On-Demand Transportation Service (ODTS) untuk layanan pengantaran makanan, inovasi ini berada pada irisan antara teknologi digital, transportasi berbasis permintaan dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman yang semakin terintegrasi.
SILVER MEDAL KEDUA: Teknologi Irigasi Presisi untuk Pertanian Perkotaan
UWG juga tercatat pada kategori Silver melalui karya “An IoT-Enabled Precision Irrigation and Nano Silica-Based Nutrient Carrier Fertigation Framework for Resource-Efficient Spinach Production in Urban Farming Systems.”
Karya tersebut dikembangkan oleh Gigih Priyandoko, Yuni Agung Nugroho, Luis Nada Saifudin dan Wahyu Mulyo Utomo dari Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, University of Widya Gama, Malang, Indonesia.
Inovasi ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), precision irrigation dan nano silica-based nutrient carrier fertigation untuk mendukung penggunaan sumber daya secara efisien dalam produksi bayam pada sistem urban farming.
BRONZE MEDAL: UWG Juga Hadir Lewat Inovasi Transportasi dan Layanan Digital
Pada kategori Bronze Medal, sejumlah karya UWG Malang juga tercantum dalam daftar IIICe 2026.
Salah satunya adalah karya “The Implementation Of Trans Jatim In East Java” yang dikembangkan oleh Chorina Zulyana, Irmina Paula B, Aji Suraji, Dafid Irawan dan Abdul Halim dari Universitas Widya Gama Malang.
Karya lain adalah “IMPLEMENTATION OF ON-DEMAND TRANSPORTATION SERVICES VEHICLES IN INDONESIA” yang dikembangkan oleh Aril Maryantanata, Maria Dasilva Falo, Hosi Hotini, Candra Aditya dan Aji Suraji dari Universitas Widyagama Malang.
Selain itu, UWG juga menampilkan karya “IMPLEMENTATION OF ON DEMAND TRANSPORTATION SERVICE (ODTS) IN IMPROVING THE EFFICIENCY AND QUALITY OF EXPEDITION SERVICES IN THE DIGITAL ERA”, yang dikembangkan oleh Yolanda Kasih Natalie, Adinda Fitrianni Afivia, Heddy Ismaseptiawan, Aji Suraji dan Riman.
Ketiga karya tersebut tercantum dalam bagian penghargaan Bronze Medal pada Award List IIICe 2026.
Dari Malang, Menembus Kompetisi Inovasi Internasional
Rangkaian penghargaan tersebut menjadi catatan penting bagi UWG Malang. Gold, Silver dan Bronze Medal yang diraih melalui beragam tema memperlihatkan bahwa inovasi UWG tidak bergerak pada satu bidang saja, tetapi mencakup infrastruktur, transportasi, layanan digital, pertanian presisi hingga pemanfaatan IoT.
Yang menarik, beberapa karya UWG juga memiliki benang merah yang kuat pada persoalan nyata di Indonesia. Mulai dari transportasi publik, layanan pengiriman berbasis permintaan, kualitas dan efisiensi layanan ekspedisi, hingga teknologi pertanian perkotaan.
Capaian di IIICe 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa gagasan yang lahir dari lingkungan akademik UWG Malang memiliki peluang untuk dibawa ke arena kompetisi internasional dan mendapatkan pengakuan melalui ajang inovasi global.
Bagi UWG Malang, prestasi tersebut bukan sekadar deretan medali. Gold, Silver dan Bronze Medal menjadi representasi dari keberanian sivitas akademika untuk mengubah persoalan nyata menjadi gagasan, riset dan inovasi yang dapat diperkenalkan ke dunia internasional.
Dari Malang, inovasi UWG menembus Malaysia. Dari kampus, gagasan Indonesia dibawa menuju panggung kompetisi internasional.(humas)




