MALANG — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Widya Gama (UWG) Malang Tahun 2026 memasuki hari keempat sekaligus hari terakhir, Rabu, 16 September 2026. Setelah berlangsung sejak 13 September, rangkaian PKKMB ditutup dengan pengenalan organisasi kemahasiswaan sekaligus agenda penutupan dan Inagurasi.
Sesi terakhir PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa baru (Maba) untuk mengenal lebih dekat berbagai Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) yang ada di lingkungan UWG Malang. Setelah sehari sebelumnya mendapatkan pengenalan organisasi di tingkat fakultas seperti HMJ, BEM, dan DPM, kali ini mahasiswa baru diperkenalkan dengan 16 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
16 UKM Unjuk Kenal di Hadapan Mahasiswa Baru
Para pengurus UKM tampil bergantian memperkenalkan organisasi masing-masing. Tidak sekadar memperkenalkan nama, mereka juga menyampaikan berbagai program kegiatan, aktivitas, minat-bakat, serta ruang pengembangan diri yang dapat diikuti mahasiswa selama menempuh pendidikan di UWG.
UKM yang diperkenalkan antara lain IMAPEBA, MENWA, KSR, Bola Voli, WIGAMEDIA, PSM, Taekwondo, PSHT, Futsal, Bulutangkis, Bola Basket, FORKISMA, WIGAPALA, KOPMA, dan PKM, serta Duta Kampus.
Beragamnya pilihan tersebut menunjukkan luasnya ruang bagi mahasiswa UWG untuk mengembangkan potensi di luar aktivitas akademik, mulai dari olahraga, seni, media, sosial kemasyarakatan, kewirausahaan, kepemimpinan hingga kegiatan pengembangan karakter.
Maba Didorong Tak Hanya Mengejar IPK
Pengenalan ORMAWA ini juga membawa pesan penting bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya tentang perkuliahan dan mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Mahasiswa baru diharapkan berani mengambil kesempatan untuk bergabung dalam organisasi sesuai minat dan potensinya. Melalui HMJ, BEM, DPM maupun UKM, mahasiswa dapat melatih kepemimpinan, membangun komunikasi, belajar bekerja dalam tim, mengembangkan bakat, memperluas jejaring pertemanan, serta membentuk karakter.
Mahasiswa UWG diharapkan bukan hanya pintar secara akademik dengan IPK tinggi, tetapi juga aktif berorganisasi, memiliki pengalaman, berkarakter, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Dengan demikian, kampus menjadi ruang pembelajaran yang lebih luas—bukan hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai pengalaman organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.



Pukul 12.30, Rektor Tutup PKKMB dengan Pelepasan Atribut
Usai sesi pengenalan UKM, rangkaian PKKMB UWG Malang 2026 memasuki agenda puncak.
Pada pukul 12.30 WIB, dilaksanakan penutupan resmi PKKMB UWG Malang Tahun 2026 oleh Rektor UWG Malang, bertempat di Hall Widya Graha Kampus 2 Universitas Widya Gama Malang, Jalan Borobudur 35.
Penutupan tersebut ditandai dengan pelepasan atribut PKKMB sebagai simbol berakhirnya masa pengenalan kehidupan kampus dan dimulainya perjalanan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UWG Malang.
Momen pelepasan atribut tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa mahasiswa baru telah melewati tahapan awal untuk mengenal lingkungan akademik, pimpinan, layanan kampus, fakultas, program studi, serta berbagai organisasi kemahasiswaan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UWG.
Dari PKKMB Menuju Panggung Inagurasi
Keseruan hari terakhir belum berakhir. Setelah penutupan PKKMB, mahasiswa baru akan memasuki agenda INAGURASI, yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.30 hingga 17.00 WIB.
Dalam agenda ini, mahasiswa baru akan disuguhi berbagai tampilan seni dan kreativitas, menjadi ruang ekspresi sekaligus perayaan kebersamaan setelah empat hari mengikuti rangkaian PKKMB.
Inagurasi menjadi penutup yang lebih semarak, mempertemukan semangat mahasiswa baru dengan kreativitas mahasiswa UWG dalam suasana kebersamaan.
Empat Hari Berakhir, Perjalanan Baru Dimulai
Empat hari PKKMB UWG Malang 2026, 13–16 September 2026, akhirnya sampai di penghujung kegiatan. Namun, berakhirnya PKKMB justru menjadi awal perjalanan baru bagi para mahasiswa baru.
Mereka kini tidak hanya mengenal ruang kuliah dan lingkungan kampus, tetapi juga telah diperkenalkan dengan berbagai wadah untuk belajar, berorganisasi, berkarya, berprestasi dan membangun jejaring.
PKKMB boleh berakhir, tetapi perjalanan menjadi mahasiswa UWG baru saja dimulai.
Pesannya sederhana namun kuat: jangan hanya menjadi mahasiswa yang hadir di kelas dan mengejar nilai. Jadilah mahasiswa yang aktif, berani mencoba, berani berkarya, berani berorganisasi, dan terus mengembangkan diri.
Sebab, kampus bukan sekadar tempat mendapatkan gelar dan IPK, tetapi tempat menempa diri menjadi generasi unggulan yang berprestasi sekaligus beradab.(Humas)





