UWG Malang Tetapkan Arah IKU dan IKT, Perkuat Mutu Akademik, Kesejahteraan SDM hingga Internasionalisasi Kampus

by | Nov 5, 2026 | Berita, FEB, FH, FP, FSTI, FT, Pascasarjana | 0 comments

MALANG – Universitas Widya Gama (UWG) Malang semakin serius membangun tata kelola perguruan tinggi berbasis kinerja yang terukur dan berkelanjutan. Melalui agenda konsolidasi dan penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta Indikator Kinerja Tambahan (IKT), UWG Malang merumuskan sejumlah prioritas strategis, mulai dari peningkatan akreditasi program studi, kesejahteraan sumber daya manusia, penguatan penelitian, hingga perluasan jejaring internasional.

Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi strategis universitas yang diselenggarakan di Lembah Indah, Kabupaten Malang, pada 5 November 2026, dengan melibatkan jajaran pimpinan universitas, Badan Penjaminan Mutu (BPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), tim perumus indikator kinerja, serta seluruh pejabat struktural UWG Malang.

Penetapan IKU dan IKT ini menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program kerja universitas memiliki target yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta mekanisme evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Rektor I: Mutu Akademik dan Akreditasi Jadi Prioritas

Wakil Rektor I UWG Malang, Dr. Ir. Gigih Priyandoko, M.T., menegaskan bahwa penguatan kualitas akademik menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan universitas.

Menurutnya, peningkatan status akreditasi setiap program studi harus didukung oleh sistem penjaminan mutu yang berjalan secara konsisten, bukan sekadar persiapan administratif menjelang proses akreditasi.

Karena itu, seluruh unit akademik didorong untuk menjalankan siklus PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Selain itu, implementasi standar ISO juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan pendidikan yang lebih profesional dan terstandar.

Penguatan akademik turut diarahkan pada penerapan Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran, pelayanan akademik, serta penguatan kompetensi lulusan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Gigih juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah penerima hibah serta luaran akademik, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, inovasi, maupun capaian akademik lainnya.

Tidak kalah penting, ketertiban pelaporan data mahasiswa dan aktivitas akademik ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) menjadi perhatian serius sebagai bagian dari akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Dalam konteks penjaminan mutu, Gigih menempatkan BPM sebagai salah satu elemen paling strategis dalam pengembangan universitas.

“BPM harus menjadi jantung Universitas Widya Gama Malang dalam menggerakkan peningkatan mutu di berbagai aspek kelembagaan,” tegasnya.

Penguatan BPM diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan akademik yang dirasakan langsung oleh mahasiswa.

Wakil Rektor II: Kesejahteraan SDM dan Kemandirian Finansial Menjadi Perhatian Utama

Sementara itu, Wakil Rektor II UWG Malang, Dr. Ir. Riman, M.T., menempatkan peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas penting dalam kebijakan pengembangan universitas.

Menurutnya, kemajuan institusi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan sebagai penggerak utama penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Peningkatan kesejahteraan SDM menjadi salah satu prioritas yang mulai kita fokuskan pada akhir tahun 2026, dengan harapan dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Selain kesejahteraan SDM, bidang administrasi umum dan keuangan juga memprioritaskan peningkatan aksesibilitas sarana dan prasarana universitas, penguatan pembiayaan akademik dan nonakademik, serta penyempurnaan tata pamong kelembagaan.

Riman menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan institusi.

Penguatan tata kelola keuangan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian finansial kampus sehingga universitas memiliki kemampuan yang semakin baik dalam mendukung kegiatan akademik, pengembangan fasilitas, dan peningkatan kesejahteraan pegawai.

Dengan tata kelola yang semakin profesional, setiap penggunaan sumber daya universitas diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi pengembangan kelembagaan.

Wakil Rektor III: Prestasi Mahasiswa, Kewirausahaan, dan Internasionalisasi Harus Berdampak

Wakil Rektor III UWG Malang, Prof. Dr. Ana Sopanah, S.E., M.Si., memaparkan sejumlah prioritas strategis yang berfokus pada penguatan kemahasiswaan, kerja sama, kewirausahaan, serta internasionalisasi kampus.

Salah satu target penting adalah meningkatkan prestasi mahasiswa pada tingkat nasional dan internasional sebagai indikator keberhasilan pengembangan potensi dan kompetensi mahasiswa.

Selain itu, kerja sama kelembagaan juga diarahkan agar tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan dilaksanakan secara berkelanjutan, tersistem, dan menghasilkan luaran nyata.

Penguatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berdampak turut menjadi perhatian, terutama dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.

Di bidang kewirausahaan, pengembangan inkubator bisnis mahasiswa menjadi salah satu strategi untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan peluang ekonomi.

Prof. Ana juga menekankan pentingnya memperluas internasionalisasi kampus melalui penguatan jejaring dan aktivitas kerja sama internasional.

Sementara itu, hubungan dengan alumni akan terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan jejaring strategis yang dapat mendukung pengembangan karier lulusan, kerja sama, serta reputasi universitas.

Seluruh program tersebut diarahkan untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing UWG Malang.

LPPM Rumuskan 58 Indikator Kinerja Penelitian dan Pengabdian

Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Ketua LPPM UWG Malang, Prof. Dr. Ir. Fachrudin, M.T., menjelaskan bahwa terdapat 58 indikator kinerja utama yang berkaitan dengan pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Indikator tersebut menjadi instrumen penting untuk mengukur produktivitas, relevansi, kualitas, dan kontribusi kegiatan penelitian serta pengabdian yang dilaksanakan oleh sivitas akademika.

Menurutnya, pelaksanaan penelitian harus memiliki keselarasan dengan roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dikembangkan universitas.

Keselarasan tersebut diperlukan agar aktivitas riset tidak berjalan secara terpisah, tetapi membentuk ekosistem penelitian yang terarah, berkesinambungan, dan mendukung pencapaian target strategis institusi.

LPPM juga mendorong peningkatan penelitian dosen dan mahasiswa melalui sistem pengelolaan internal yang lebih terstruktur.

Dengan demikian, pengembangan penelitian tidak hanya diarahkan pada peningkatan kuantitas, tetapi juga pada kualitas luaran, relevansi keilmuan, dan manfaatnya bagi masyarakat.

BPM: Budaya Mutu Harus Menjadi Sistem Kerja Seluruh Universitas

Ketua Badan Penjaminan Mutu UWG Malang, Dr. Ir. Istiadi, S.T., M.T., menegaskan bahwa keberhasilan implementasi IKU dan IKT sangat bergantung pada konsistensi penerapan budaya mutu di seluruh unit kerja.

Penguatan budaya mutu tersebut harus dimulai sejak tahap penetapan standar hingga proses peningkatan yang berkelanjutan melalui siklus PPEPP.

Pada bidang pendidikan, BPM mendorong penguatan sistem mutu pembelajaran, termasuk pengembangan pengelolaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis digital.

Sementara pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, penguatan mutu diarahkan pada pemenuhan standar proses, peningkatan kapasitas peneliti, serta pengembangan luaran yang relevan dan berdampak.

BPM juga menempatkan tata kelola yang baik, akuntabilitas, validitas data, dan kemanfaatan program sebagai bagian penting dalam sistem pengukuran kinerja universitas.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pengembangan diferensiasi misi universitas agar nilai-nilai khas UWG Malang dapat diintegrasikan ke dalam berbagai standar dan indikator mutu kelembagaan.

Diferensiasi tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas institusi melalui nilai kebangsaan, keadaban, dan kemandirian yang menjadi karakter pengembangan Widya Gama.

Melalui strategi tersebut, seluruh aktivitas universitas diharapkan dapat diukur secara objektif, dievaluasi secara berkala, dan ditingkatkan berdasarkan hasil capaian yang nyata.

Tim Perumus: Publikasi Ilmiah dan Seluruh Indikator Harus Terus Ditingkatkan

Anggota tim perumus IKU dan IKT UWG Malang, Prof. Dr. Ir. Aji Suraji, M.T., turut menekankan pentingnya peningkatan capaian kinerja pada berbagai bidang, terutama produktivitas publikasi ilmiah.

Menurutnya, publikasi ilmiah menjadi salah satu indikator penting dalam menunjukkan kualitas dan kontribusi akademik perguruan tinggi.

Namun, peningkatan kinerja tidak boleh hanya berfokus pada satu indikator. Seluruh aspek pengembangan universitas perlu memperoleh perhatian secara proporsional agar kemajuan institusi berlangsung secara menyeluruh.

Karena itu, perumusan IKU dan IKT harus mampu menggambarkan kebutuhan pengembangan universitas sekaligus menjadi instrumen evaluasi yang objektif bagi setiap unit kerja.

Dari Perencanaan Menuju Kinerja yang Terukur

Konsolidasi dan penetapan IKU serta IKT ini menjadi momentum penting bagi UWG Malang untuk memperkuat transformasi kelembagaan berbasis mutu dan capaian kinerja.

Integrasi antara bidang akademik, administrasi umum dan keuangan, kemahasiswaan, kerja sama, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penjaminan mutu menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola universitas yang lebih efektif.

Melalui indikator yang terukur, setiap unit kerja diharapkan memiliki arah pengembangan yang jelas, target yang realistis, serta tanggung jawab yang dapat dievaluasi secara berkala.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen UWG Malang dalam membangun budaya kerja yang profesional, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat kesejahteraan sumber daya manusia, dan memperluas kontribusi institusi bagi masyarakat.

Penetapan IKU dan IKT bukan sekadar penyusunan angka dan target administratif, melainkan menjadi komitmen bersama untuk memastikan setiap program kerja menghasilkan kemajuan nyata bagi universitas.

Dengan semangat “Generasi Unggulan yang Beradab,” Universitas Widya Gama Malang terus memperkuat langkah menuju akreditasi Unggul, sekaligus mewujudkan visi menjadi universitas bermutu yang mandiri dan bermartabat serta berwawasan global.

Berita Terbaru UWG