MALANG – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lokal terus digencarkan. Sebanyak 600 peserta perwakilan masyarakat dari berbagai kelurahan di Kota Malang mengikuti kegiatan “Pelatihan Pangan Olahan Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Menunjang Gizi Keluarga Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang pada 22–25 Juni 2026 di Hotel Atria Malang.
Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Moh. Sui, MP., dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama (UWG) Malang. Dalam paparannya yang berjudul “Pemanfaatan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Menunjang Gizi Keluarga”, Prof. Moh. Sui mengajak masyarakat untuk kembali mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai solusi gizi sehat, murah, dan berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai komoditas lokal seperti ubi jalar, talas, labu kuning, jagung, singkong, pisang, dan sukun memiliki kandungan gizi yang sangat baik serta tidak kalah dibandingkan beras maupun gandum (terigu) yang selama ini menjadi bahan pangan utama masyarakat.
“Pangan lokal memiliki nilai gizi yang tinggi dan sangat potensial menjadi alternatif sumber karbohidrat yang sehat. Bahkan talas memiliki indeks glikemik yang relatif rendah sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Selain itu, berbagai pangan lokal juga kaya antioksidan yang berperan menjaga kesehatan sel tubuh, meningkatkan imunitas, mencegah penuaan dini, serta membantu menurunkan risiko penyakit jantung,” jelas Prof. Moh. Sui di hadapan peserta.




Tak hanya mendapatkan teori, peserta juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki daya tarik konsumsi yang tinggi.
Materi praktik disampaikan oleh Ibu Canggi Fully Solidaritas, Founder dan CEO PT Canggi Fully Group, perusahaan pengolahan pangan yang berlokasi di Mulyorejo, Kota Malang. Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan secara langsung teknik pengolahan talas dan ketela ungu menjadi berbagai produk inovatif yang memiliki nilai tambah.
Selain itu, peserta juga mempraktikkan cara mengolah labu kuning menjadi roti sehat serta ubi jalar menjadi mie bergizi, yang dinilai dapat menjadi alternatif pangan keluarga sekaligus peluang usaha rumahan berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui edukasi dan pelatihan yang menyentuh langsung masyarakat, diharapkan konsumsi pangan lokal semakin meningkat sehingga mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga Indonesia.
Peran aktif akademisi UWG Malang dalam kegiatan strategis ini juga menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mentransformasikan hasil ilmu pengetahuan menjadi solusi bagi masyarakat. Dengan melimpahnya potensi pangan lokal yang dimiliki Indonesia, pemanfaatan sumber daya lokal tidak hanya menjadi langkah menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi gerakan nasional menuju masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.(San/PIP)





