kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan siap industri. Pada Kamis (21/5/2026), Fakultas Teknik bersama Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) UWG Malang memberangkatkan 85 mahasiswa dalam kegiatan studi ekskursi ke dua perusahaan strategis nasional, yakni PLTU Paiton Probolinggo dan PT Mayora Pasuruan.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi teknik tersebut menjadi ajang nyata penguatan wawasan industri, sekaligus membuka peluang jejaring karier dan magang langsung dengan dunia kerja profesional.
Salah satu dosen pendamping rombongan, Dr. Gatot Subiyakto, ST., MT., menyampaikan bahwa kunjungan industri ini sangat penting karena banyak alumni UWG Malang yang telah sukses berkarier di perusahaan besar nasional, termasuk di PLTU Paiton dan PT Mayora.



Menurut Gatot, keberadaan alumni di perusahaan-perusahaan besar menjadi bukti bahwa lulusan UWG mampu bersaing di dunia industri energi maupun manufaktur modern.
“Banyak alumni UWG Malang yang bekerja di PLTU Paiton maupun PT Mayora. Ini menjadi motivasi besar bagi mahasiswa agar semakin yakin bahwa mereka juga memiliki peluang besar menembus industri nasional,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke PLTU Paiton, mahasiswa mendapat pemaparan langsung dari Malik, alumni UWG yang kini bekerja di sektor pembangkit listrik tersebut. Ia mengungkapkan kebanggaannya pernah menempuh pendidikan di Teknik Elektro UWG, khususnya pada bidang sistem tenaga yang hingga kini masih sangat relevan dengan kebutuhan industri.
Menurut Malik, teori-teori mengenai sistem pembangkit, turbin uap, boiler, hingga integrasi dengan disiplin Teknik Mesin yang dipelajari di kampus ternyata sangat membantu dalam pekerjaan di dunia industri ketenagalistrikan.
“Teori yang dulu dipelajari di kampus ternyata sangat relevan dengan dunia kerja di PLTU Paiton,” ungkap Malik di hadapan mahasiswa peserta studi ekskursi.
Ia juga menegaskan bahwa dunia industri saat ini telah bergerak menuju sistem multidisiplin, sehingga mahasiswa tidak cukup hanya menguasai satu bidang ilmu saja.
“Mahasiswa sekarang harus memiliki kemampuan lintas disiplin. Jangan hanya menguasai satu ilmu,” tegasnya.
Selain mengelola pembangkit listrik tenaga uap, lanjut Malik, PLTU Paiton kini juga mulai mengembangkan berbagai sektor energi baru lainnya seperti PLTB, PLTS, dan PLTMH guna mendukung pasokan listrik kawasan JAMALI (Jawa, Madura, Bali).
Tak hanya itu, pihak PLTU Paiton juga membuka peluang bagi mahasiswa UWG untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), dengan syarat pengajuan dilakukan minimal enam bulan sebelumnya.
Sementara itu, dalam kunjungan ke PT Mayora Pasuruan, rombongan mahasiswa UWG mendapat sambutan hangat sekaligus pemaparan langsung dari para alumni UWG yang telah berkarier di perusahaan tersebut, yakni Aldy, Teguh, Rudi, dan Yogik. Kehadiran para alumni tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UWG Malang karena menunjukkan bahwa lulusan kampus mampu beradaptasi dan berkembang di industri manufaktur berskala nasional.
Para alumni memperkenalkan mahasiswa pada sistem produksi industri modern, manajemen operasional perusahaan, budaya kerja profesional, hingga tantangan kebutuhan kompetensi sumber daya manusia di era industri berbasis teknologi.
Kegiatan studi ekskursi ini dinilai menjadi langkah strategis UWG Malang dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri nasional yang terus berkembang pesat. Melalui pengalaman lapangan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu melihat secara langsung tantangan, budaya kerja, serta perkembangan teknologi industri masa kini.
Dengan semangat kolaborasi kampus dan industri, UWG Malang terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan siap menghadapi era transformasi teknologi nasional.(San/PIP)





