MALANG, 9 Oktober 2026 — Transformasi digital menuntut perguruan tinggi dan dunia industri semakin erat berkolaborasi. Menjawab tantangan tersebut, Telkom Corporate Malang melakukan audiensi dengan Universitas Widya Gama Malang (UWG) pada Jumat (9/10/2026) untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), riset, hingga penguatan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri digital.
Audiensi ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi dan industri telekomunikasi, khususnya dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjawab perubahan kebutuhan pasar.
Delegasi Telkom yang hadir terdiri atas Deny Ariyanto, General Manager Witel Jatim Barat; Devlina Prilianti, Head of Daerah Telkom Malang Raya; serta Andrian Pandu, Account Manager Witel JTB–Malang Raya. Sementara itu, UWG Malang diwakili oleh Wakil Rektor II, perwakilan Mr. MAC, serta Kepala Humas UWG Malang.
Magang Industri hingga Penguasaan AI Jadi Fokus Kolaborasi
Dalam audiensi tersebut, pihak Telkom memaparkan transformasi perusahaan yang terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis.
Transformasi ini dinilai membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan mahasiswa yang memahami perkembangan teknologi dan kebutuhan nyata dunia kerja.
Salah satu peluang yang menjadi perhatian adalah program magang mahasiswa. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung di lingkungan industri, memahami budaya kerja profesional, serta mengenali tantangan operasional dan bisnis di perusahaan telekomunikasi.



Penguasaan teknologi AI juga menjadi perhatian penting. Mahasiswa perlu dibekali pemahaman mengenai fitur, pemanfaatan, dan perkembangan AI agar mampu mengoptimalkan teknologi tersebut dalam mendukung produktivitas, inovasi, serta pengembangan solusi digital.
Selain itu, peluang kolaborasi juga mengemuka dalam pengembangan sistem jual beli berbasis digital atau e-commerce, termasuk ekosistem bisnis yang berkaitan dengan platform unicorn. Pembahasan ini membuka ruang bagi pengembangan kompetensi kewirausahaan digital sekaligus penjajakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar.
UWG Siapkan FSTI dan Teknik Elektro untuk Sinergi Teknologi
Dari pihak UWG Malang, Wakil Rektor II menyambut positif penjajakan kolaborasi tersebut dan menegaskan pentingnya menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
UWG Malang memiliki Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) serta bidang Teknik Elektro yang dinilai relevan untuk mendukung pengembangan kerja sama di bidang teknologi, transformasi digital, dan kebutuhan industri telekomunikasi.
“Pengembangan kolaborasi ini perlu ditindaklanjuti. Kami memiliki FSTI dan Teknik Elektro yang cenderung lebih relevan untuk mendukung kerja sama tersebut. Selanjutnya, pengembangan SDM juga dapat dikolaborasikan, termasuk riset, kajian, dan berbagai bidang lainnya,” demikian pokok penyampaian Wakil Rektor II UWG Malang.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kerja sama perguruan tinggi dan industri tidak cukup berhenti pada penandatanganan dokumen atau seremoni formal. Kolaborasi perlu diwujudkan melalui program yang terukur, seperti magang industri, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, riset terapan, serta pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan keterlibatan fakultas dan program studi yang relevan, UWG Malang berpeluang memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di kampus dan penerapan teknologi di dunia profesional.
Akses Data Center dan Teknologi Komunikasi Buka Peluang Baru
Peluang kerja sama lainnya yang dibahas adalah pemanfaatan fasilitas data center yang dimiliki Telkom. Pihak Telkom menyampaikan kemungkinan berbagi akses atau pengetahuan terkait fasilitas tersebut dengan UWG Malang untuk mendukung pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan penjajakan riset.
Keberadaan data center menjadi relevan dalam pengembangan ekosistem digital, terutama terkait pengelolaan data, infrastruktur teknologi informasi, keamanan sistem, serta berbagai layanan berbasis digital.
Apabila ditindaklanjuti dalam skema yang sesuai, peluang ini dapat memberikan nilai tambah bagi sivitas akademika UWG Malang untuk memahami teknologi yang digunakan secara nyata oleh industri.
Dalam audiensi itu, Telkom juga menyinggung kerja sama dengan Meta terkait layanan broadcast message. Pembahasan tersebut berkaitan dengan pengembangan komunikasi digital melalui mekanisme yang mendukung penyampaian pesan secara lebih efektif dan sesuai ketentuan platform. Detail teknis maupun bentuk implementasinya masih memerlukan penjelasan dan tindak lanjut lebih lanjut.
Dari Audiensi Menuju Kolaborasi Nyata
Audiensi Telkom Corporate Malang dan UWG Malang memperlihatkan adanya titik temu kepentingan antara industri dan perguruan tinggi. Telkom membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, sedangkan UWG Malang terus membuka peluang agar mahasiswa memperoleh pengalaman industri, akses pengetahuan teknologi, dan kesempatan mengembangkan inovasi.
Sejumlah bidang yang berpotensi ditindaklanjuti meliputi:
- Magang industri, untuk mendekatkan mahasiswa dengan lingkungan kerja profesional.
- Literasi dan penerapan AI, guna memperkuat kompetensi digital mahasiswa.
- Pengembangan SDM, melalui peningkatan keterampilan dan pertukaran pengetahuan.
- Riset dan kajian terapan, dengan fokus pada kebutuhan dan tantangan industri.
- Pemanfaatan fasilitas data center, sebagai peluang pengembangan pengetahuan dan kompetensi teknologi informasi.
- Inovasi bisnis digital, termasuk penjajakan peluang pada ekosistem jual beli dan komunikasi digital.
Bagi UWG Malang, penjajakan ini sejalan dengan upaya memperluas jejaring kemitraan sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan tinggi terhadap perkembangan industri. Bagi Telkom, kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun talenta digital yang memahami teknologi, memiliki daya adaptasi tinggi, dan siap berkontribusi dalam transformasi perusahaan.
Audiensi pada Jumat tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi penyusunan program kerja sama yang lebih konkret, dengan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa, dosen, institusi, dan dunia industri.
Sinergi kampus dan industri bukan sekadar mempertemukan dua institusi, melainkan membangun jembatan antara ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui tindak lanjut yang terarah, UWG Malang dan Telkom Corporate Malang berpeluang bersama-sama menyiapkan SDM unggul yang mampu bersaing di era ekonomi digital.(humas)





