MALANG — Universitas Widya Gama Malang (UWG) memperkuat langkah menuju internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dari Jepang dan Taiwan. Momentum strategis tersebut diwujudkan melalui Guest Lecture sekaligus penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Sains, Teknologi dan Informasi (FSTI) UWG dengan mitra akademik dari Okayama University, Jepang, serta National Chung Hsing University, Taiwan.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 7 September 2026, bertempat di Ruang Dosen Fakultas Teknik Universitas Widya Gama Malang. Agenda ini menghadirkan dua akademisi internasional, yakni Prof. Nobuo Funabiki, profesor dari Okayama University, Jepang, dan Prof. Chih-Peng Fan, profesor dari National Chung Hsing University, Taiwan.
Tema yang diangkat dalam Guest Lecture menjadi sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, yaitu “Bridging Smart Infrastructure, IoT, and Digital Business: Innovation Strategies for Engineering and Technological Transformation.” Tema tersebut menempatkan teknologi, rekayasa, Internet of Things (IoT), infrastruktur cerdas, serta bisnis digital sebagai bagian penting dari transformasi teknologi dan inovasi.
Dihadiri Pimpinan UWG dan Akademisi Lintas Fakultas
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor I UWG, Ir. Gigih Priyandoko, MT., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik UWG, Dr. Ir. Candra Aditya, ST., MT., IPU, ASEAN Eng., serta Dekan FSTI UWG, Fitri Marisa, S.Kom., M.Pd., Ph.D.
Turut hadir Prof. Nobuo Funabiki dari Okayama University, Jepang, dan Prof. Chih-Peng Fan dari National Chung Hsing University, Taiwan, bersama para dosen di lingkungan Fakultas Teknik dan FSTI UWG.
Kehadiran dua profesor dari institusi perguruan tinggi luar negeri tersebut memberikan warna tersendiri bagi kegiatan akademik UWG. Guest Lecture tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi internasional di bidang rekayasa, teknologi informasi, dan transformasi digital.
Bukan Sekadar Guest Lecture, Ada Empat IA yang Ditandatangani
Yang membuat agenda ini semakin strategis adalah adanya Implementation Arrangement (IA) sebagai bentuk penguatan kerja sama kelembagaan.
Berdasarkan dokumen kegiatan, terdapat empat IA yang melibatkan dua fakultas UWG dengan dua perguruan tinggi mitra internasional.







Pertama, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi UWG dengan Okayama University, Jepang. Kedua, FSTI UWG dengan College of Electrical Engineering and Computer Science, National Chung Hsing University, Taiwan.
Sementara itu, dari Fakultas Teknik UWG, IA dilakukan dengan Okayama University, Jepang, serta dengan College of Electrical Engineering and Computer Science, National Chung Hsing University, Taiwan. Seluruh dokumen IA tersebut mencantumkan Malang, 7 September 2026 sebagai momentum pelaksanaannya.
Dengan demikian, kegiatan ini memperlihatkan adanya upaya UWG untuk membangun jejaring internasional yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada implementasi kerja sama antara fakultas dengan mitra perguruan tinggi luar negeri.
Membawa Perspektif Jepang dan Taiwan ke Lingkungan UWG
Dua narasumber internasional yang hadir juga membawa perspektif akademik dari dua negara yang memiliki perkembangan teknologi dan pendidikan tinggi yang kuat di kawasan Asia.
Prof. Nobuo Funabiki dari Okayama University menjadi salah satu pembicara dalam Guest Lecture, sementara Prof. Chih-Peng Fan dari National Chung Hsing University, Taiwan, juga tercantum sebagai speaker dalam dokumen kegiatan.
Kehadiran keduanya diharapkan memperkaya wawasan sivitas akademika UWG mengenai bagaimana inovasi teknologi dapat dijembatani dengan kebutuhan rekayasa, infrastruktur cerdas, IoT, hingga pengembangan bisnis digital.
Bagi mahasiswa dan dosen, forum semacam ini juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan teknologi dari perspektif internasional sekaligus membangun koneksi akademik lintas negara.
UWG Perkuat Arah Internasionalisasi
Kolaborasi FT dan FSTI UWG dengan perguruan tinggi Jepang dan Taiwan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat posisi UWG dalam jejaring pendidikan tinggi internasional.
Perpaduan antara Guest Lecture dan penandatanganan IA menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas akademik dan penguatan kerja sama internasional dapat berjalan beriringan. Di tengah percepatan transformasi digital, kerja sama semacam ini menjadi semakin relevan untuk mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan kompetensi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Dari Malang, UWG membuka jembatan akademik menuju Jepang dan Taiwan—membawa smart infrastructure, IoT, dan digital business ke dalam agenda transformasi teknologi dan pendidikan tinggi.(Humas)





