Inovasi UWG Ubah Sistem Air Bersih di Malang, Warga Kini Bebas Beban Listrik PLN

by | Aug 25, 2026 | Berita, FP, FT | 0 comments

Inovasi tandon dan pipanisasi di Poncokusumo Kabupaten Malang tak hanya menekan biaya listrik pompa, tetapi juga meningkatkan kualitas air baku bagi masyarakat

MALANG — Inovasi perguruan tinggi kembali memberikan solusi nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat. Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Widya Gama (UWG) Malang menerapkan teknologi sarana air bersih di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang berdampak langsung terhadap pengurangan beban biaya listrik warga.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat tersebut, tim PKM UWG membangun tandon air dan tandon filter, sekaligus melakukan pengembangan sistem pipanisasi. Teknologi ini dirancang untuk membuat pengelolaan air menjadi lebih efisien, sekaligus membantu meningkatkan mutu air baku yang digunakan masyarakat.

Hasilnya, warga Desa Ngadireso kini tidak lagi harus menanggung beban biaya listrik PLN yang sebelumnya digunakan untuk mendukung sistem pompa air.

Persoalan air bersih memang tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan sumber air. Sistem distribusi dan kebutuhan energi untuk mengalirkan air juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Karena itu, pembangunan tandon baru dan tandon filter yang dilakukan Tim PKM UWG menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan sistem penyediaan air yang lebih hemat, efektif, sekaligus memperhatikan kualitas air.

Tiga Dosen dari Dua Bidang Keilmuan

Program tersebut melibatkan tiga dosen UWG dari bidang keilmuan yang berbeda. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program karena persoalan air bersih tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga lingkungan dan pertanian.

Tim PKM UWG terdiri atas Dr. Ir. Sabar Setiawidayat, MT, dosen Program Studi S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik UWG; Dedi Usman Effendy, ST., MT, dosen Program Studi S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik UWG; serta Prof. Dr. Ir. Ririn Prihandarini, MP, dosen Program Studi S1 Agroteknologi, Fakultas Pertanian UWG.

Kolaborasi antara bidang Teknik Elektro dan Agroteknologi tersebut menjadi pendekatan yang relevan dalam menghadirkan solusi sarana air bersih bagi masyarakat.

Teknologi Tepat Guna, Biaya Listrik Lebih Ringan

Salah satu persoalan yang ingin dijawab melalui program ini adalah biaya listrik yang muncul akibat penggunaan pompa dalam sistem penyediaan air.

Bagi masyarakat, pengeluaran listrik yang terus-menerus dapat menjadi beban tersendiri. Dengan penerapan sistem tandon dan pipanisasi, distribusi air dapat dilakukan secara lebih efisien sehingga ketergantungan terhadap pompa listrik dapat dikurangi.

Artinya, teknologi yang diterapkan tidak hanya berbicara tentang pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi masyarakat.

Pengurangan biaya listrik memberikan ruang bagi warga untuk mengalokasikan pengeluaran mereka untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

Di sisi lain, keberadaan tandon filter menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu air baku. Air yang tersedia bagi masyarakat tidak hanya diupayakan mencukupi dari sisi kuantitas, tetapi juga lebih baik dari sisi kualitas.

Dari Kampus untuk Desa

Program PKM UWG di Desa Ngadireso memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat menjadi sumber inovasi yang menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Persoalan air bersih merupakan salah satu kebutuhan mendasar masyarakat. Ketika penyelesaiannya dilakukan melalui pendekatan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi lokal, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Model pengabdian seperti ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Keahlian teknik diperlukan untuk merancang dan mengoptimalkan sistem, sementara pendekatan pertanian dan lingkungan dapat memperkuat aspek kualitas serta keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air.

Desa Ngadireso Jadi Lokasi Penerapan Inovasi

Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi lokasi penerapan inovasi sarana air bersih tersebut.

Wilayah pedesaan seperti Ngadireso membutuhkan sistem penyediaan air yang bukan hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga dapat dioperasikan dan dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Pembangunan tandon air, tandon filter, dan pipanisasi menjadi langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Dengan sistem yang lebih efisien, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat ganda: akses air yang lebih baik sekaligus berkurangnya beban biaya listrik PLN.

Bukan Sekadar Infrastruktur

Yang menarik dari program ini adalah orientasinya yang tidak berhenti pada pembangunan fasilitas.

Teknologi yang diterapkan diarahkan untuk menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan warga. Pengurangan biaya listrik menjadi salah satu indikator manfaat ekonomi, sementara peningkatan mutu air menjadi manfaat dari sisi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Pendekatan semacam ini juga memperlihatkan bahwa inovasi teknologi tidak harus selalu identik dengan perangkat mahal atau teknologi yang rumit.

Teknologi tepat guna justru dapat menjadi solusi ketika mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara sederhana, efisien, dan berkelanjutan.

Potensi Menjadi Model Pengabdian Berkelanjutan

Keberhasilan penerapan sarana air bersih di Desa Ngadireso berpotensi menjadi model yang dapat dikembangkan di wilayah lain dengan persoalan serupa.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa persoalan air, energi, dan biaya operasional dapat ditangani secara terpadu melalui inovasi teknologi serta kolaborasi lintas keilmuan.

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk memperluas model tersebut melalui penelitian lanjutan, pendampingan masyarakat, evaluasi sistem, dan pengembangan teknologi yang semakin sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Pada akhirnya, keberadaan teknologi menjadi berarti ketika manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dari Desa Ngadireso, inovasi Tim PKM Universitas Widya Gama Malang menunjukkan bahwa solusi air bersih dapat sekaligus menjadi solusi penghematan energi dan pengurangan beban ekonomi warga.(San/PIP)

Berita Terbaru UWG