Malang, 22 Juli 2026 – Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menorehkan sejarah penting dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia. Melalui Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang digelar di Kampus II UWG Malang, universitas mengukuhkan dua Guru Besar baru sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada enam Profesor Emeritus. Momentum akademik tersebut menjadi simbol penguatan sumber daya manusia sekaligus komitmen UWG dalam membangun perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Dua akademisi yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar adalah Prof. Dr. Ir. Ririen Prihandarini, M.S., Guru Besar Bidang Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian, serta Prof. Dr. Ana Sopanah Supriyadi, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., Guru Besar Bidang Akuntansi Sektor Publik Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Pengukuhan tersebut bukan sekadar puncak pencapaian karier akademik, tetapi juga menjadi amanah untuk terus menghasilkan inovasi, memperkuat riset, memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, serta menghadirkan solusi ilmiah bagi berbagai tantangan pembangunan bangsa.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Revolusi Bioindustri: Inovasi Kunci Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Pemulihan Lingkungan”, Prof. Ririen Prihandarini menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia harus dibangun melalui revolusi bioindustri berbasis mikroorganisme. Menurutnya, pemanfaatan mikroorganisme sebagai biofertilizer mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki produktivitas tanaman, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus menjadi solusi nyata dalam memulihkan kualitas lingkungan. Gagasan tersebut menempatkan pertanian berkelanjutan sebagai fondasi penting bagi masa depan peradaban Indonesia.




Sementara itu, Prof. Ana Sopanah Supriyadi mengangkat orasi ilmiah bertajuk “Akuntansi Kearifan Lokal: Dari Nilai Budaya Menuju Akuntabilitas dan Keberlanjutan Organisasi”. Ia menegaskan bahwa akuntansi bukan sekadar proses pencatatan angka, melainkan cerminan nilai, budaya, dan keputusan yang membentuk arah sebuah organisasi. Melalui pendekatan akuntansi berbasis kearifan lokal, organisasi diyakini mampu membangun tata kelola yang lebih berintegritas, akuntabel, dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Rektor Universitas Widya Gama Malang, Dr. Anwar, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pengukuhan dua Guru Besar merupakan tonggak penting dalam percepatan transformasi kualitas akademik UWG Malang.
“Pengukuhan Prof. Ririen Prihandarini dan Prof. Ana Sopanah menjadi momentum strategis bagi Universitas Widya Gama Malang dalam memperkuat kapasitas keilmuan serta menghasilkan solusi atas berbagai persoalan nasional. Gagasan revolusi bioindustri dan akuntansi berbasis kearifan lokal merupakan kontribusi nyata dunia akademik untuk mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, berintegritas, dan berdaya saing global,” tegas Dr. Anwar.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari strategi besar penguatan sumber daya manusia UWG Malang. Dalam kurun waktu 2024–2026, universitas berhasil menambah empat dosen berkualifikasi doktor, mencatat 21 kenaikan jabatan akademik dosen, enam dosen memperoleh sertifikat pendidik profesional, serta mengangkat enam Profesor Emeritus sebagai penguatan kepakaran, pembinaan akademik, dan keberlanjutan pengembangan institusi.
Selain pengukuhan dua Guru Besar, Sidang Senat Terbuka juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan kepada enam Profesor Emeritus Universitas Widya Gama Malang oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia (YPPI) Widya Gama Malang, Prof. Dr. Muryati, S.E., M.M. Penyerahan SK tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para akademisi senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan pendidikan tinggi dan ilmu pengetahuan.
Enam Profesor Emeritus yang menerima SK pengangkatan tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Agoes Soehardjono, M.D., M.S. pada Program Studi S1 Teknik Sipil, Prof. Dr. Ir. Budi Sugiarto Waloeya, M.S.P. pada Program Studi S1 Teknik Sipil, Prof. Dr. H. Armanu, S.E., M.Sc. pada Program Studi S3 Sains Manajemen, Prof. Dr. Maryunani, S.E., M.S. pada Program Studi S3 Sains Manajemen, Prof. Dr. Ir. Sonny Leksono, S.E., M.S. pada Program Studi S3 Sains Manajemen, serta Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd. pada Program Studi S1 Teknik Mesin. Pengangkatan keenam Profesor Emeritus tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan kepakaran akademik, pendampingan tridharma perguruan tinggi, serta keberlanjutan pengembangan institusi.
Prof. Muryati menyampaikan bahwa kehadiran Profesor Emeritus di lingkungan UWG Malang diharapkan menjadi kekuatan intelektual yang mampu memperkaya budaya akademik, memperkuat pembinaan dosen muda, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional. Pengalaman panjang dan kepakaran para Profesor Emeritus diyakini akan menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi Universitas Widya Gama Malang menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
Sinergi antara Guru Besar aktif dan Profesor Emeritus diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi, memperkuat reputasi akademik, meningkatkan produktivitas riset, serta menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Widya Gama Malang, Dewan Pengurus dan Dewan Pembina YPPI Widya Gama Malang, para Guru Besar, sivitas akademika, mitra kerja sama, alumni, serta tamu undangan dari berbagai institusi. Momentum bersejarah tersebut menjadi penegasan bahwa kemajuan perguruan tinggi lahir dari komitmen terhadap keunggulan akademik, penguatan sumber daya manusia, riset, inovasi, dan kolaborasi.
Melalui pengukuhan dua Guru Besar dan pengangkatan enam Profesor Emeritus, Universitas Widya Gama Malang semakin menegaskan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus bertumbuh dan berkontribusi bagi pembangunan nasional. Dengan semangat “Generasi Unggulan yang Beradab”, UWG Malang berkomitmen melahirkan pemimpin masa depan, menghasilkan riset yang berdampak, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Humas Universitas Widya Gama Malang
Generasi Unggulan yang Beradab





