Malang – Semangat regenerasi kepemimpinan kembali bergelora di lingkungan Universitas Widya Gama (UWG) Malang. Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) HMM ke-XXVII pada 29–30 Juni 2026 sebagai momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah baru kepemimpinan HMM ke depan.
Kegiatan yang merupakan forum tertinggi organisasi mahasiswa tersebut berlangsung penuh semangat, demokratis, dan sarat gagasan. Seluruh anggota aktif HMM turut berpartisipasi, didukung oleh para demisioner, alumni Teknik Mesin, serta dosen Program Studi Teknik Mesin UWG Malang. Kehadiran lintas generasi ini menjadi bukti kuatnya budaya kekeluargaan dan solidaritas yang selama ini menjadi identitas Himpunan Mahasiswa Mesin.
Pembukaan Musyawarah Besar dihadiri oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Widya Gama Malang, Wakil Dekan Fakultas Teknik, Ketua Program Studi Teknik Mesin, Sekretaris Prodi, para dosen, alumni, serta demisioner HMM. Kehadiran para pimpinan dan alumni menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkualitas.





Ketua Program Studi Teknik Mesin, Dadang Hermawan, S.T., M.T., menegaskan bahwa Musyawarah Besar bukan sekadar agenda tahunan organisasi, tetapi merupakan ruang belajar yang membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa. Menurutnya, melalui proses musyawarah, mahasiswa belajar berpikir kritis, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta mengambil keputusan secara demokratis sebagai bekal menghadapi dunia profesional.
“Organisasi kemahasiswaan adalah tempat terbaik untuk menempa karakter kepemimpinan. Dari sinilah akan lahir generasi unggulan yang beradab, memiliki integritas, kompetensi, dan mampu memberikan kontribusi nyata dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan Fakultas Teknik, Rangga Pahlevi Putra, S.Pd., M.T., berharap MUBES menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan organisasi agar HMM semakin solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang berdampak positif bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Widya Gama Malang, Mufidatul Ma’sumah, S.H., M.H., secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat demokrasi yang ditunjukkan mahasiswa Teknik Mesin. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan merupakan laboratorium kepemimpinan yang melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, penyelesaian masalah, serta pengambilan keputusan yang akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian sidang Musyawarah Besar berlangsung dinamis dengan berbagai diskusi yang konstruktif. Agenda diawali dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus HMM Periode 2025–2026, yang memaparkan capaian program kerja, evaluasi organisasi, hingga rekomendasi strategis bagi kepengurusan berikutnya. Setelah melalui proses pembahasan secara terbuka, seluruh laporan dari setiap bidang beserta Badan Pengurus Harian dinyatakan diterima oleh forum.
Forum kemudian melanjutkan pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan utama organisasi. Berbagai usulan dari peserta dibahas secara demokratis hingga menghasilkan sejumlah penyempurnaan yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan profesionalisme HMM pada masa mendatang.
Puncak Musyawarah Besar berlangsung pada proses pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum HMM periode 2026/2027. Melalui mekanisme yang demokratis dan penuh semangat kebersamaan, Ghufron Mullah Mutawally dari angkatan 2024 resmi dipercaya sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Mesin, didampingi Lukman Arif Febriansyah sebagai Wakil Ketua Umum.
Terpilihnya kepengurusan baru disambut antusias seluruh peserta. Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi energi segar bagi HMM untuk terus meningkatkan kualitas organisasi, memperkuat budaya akademik, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, serta melahirkan program-program kreatif yang mampu mengharumkan nama Program Studi Teknik Mesin dan Universitas Widya Gama Malang di tingkat regional maupun nasional.
Berakhirnya Musyawarah Besar HMM ke-XXVII bukan sekadar menandai pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan regenerasi kepemimpinan yang sehat, demokratis, dan berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Himpunan Mahasiswa Mesin UWG Malang optimistis melangkah menuju organisasi yang semakin profesional, inovatif, dan mampu mencetak pemimpin-pemimpin muda yang siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.(Humas)





