MALANG, 26 Agustus 2026 – Universitas Widya Gama (UWG) Malang meneguhkan komitmennya mencetak pemimpin muda yang berintegritas dan profesional melalui Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Tahun 2026. Sebanyak 76 pengurus Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) UWG Malang mengikuti kegiatan yang menjadi pembekalan awal dalam menjalankan roda organisasi secara profesional, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–28 Agustus 2026 di Auditorium Lantai IV Kampus II UWG Malang tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, S.H., M.Hum. Hadir pula jajaran pimpinan universitas dan pejabat struktural akademik, di antaranya Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Program Studi, serta kepala unit dan lembaga di lingkungan UWG Malang.
Dalam sambutannya, Rektor Dr. Anwar menegaskan bahwa mahasiswa harus terus mengambil peran dan berkiprah secara fungsional melalui organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan kepemimpinan mahasiswa sebelum mereka terjun ke tengah masyarakat.
“Latihan ini sangat penting karena menjadi bekal awal dalam berorganisasi,” tegas Dr. Anwar saat membuka LKMM-TD 2026.
Ia menjelaskan, terdapat empat indikator penting yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni jujur, amanah, mampu menyampaikan gagasan dengan baik, dan cerdas dalam menghadapi persoalan serta mengambil keputusan.
Kejujuran dan amanah, lanjutnya, menjadi fondasi utama seorang pemimpin. Seorang pengurus tidak boleh menjalankan tanggung jawab secara setengah-setengah. Setiap tugas harus dilaksanakan dengan kesungguhan dan penuh tanggung jawab.
Selain itu, pemimpin harus mampu mengomunikasikan gagasan secara baik sehingga dapat dipahami dan diterima oleh anggota organisasi. Kemampuan tersebut harus ditopang dengan kecerdasan dalam membaca situasi, menyelesaikan berbagai persoalan, serta mengambil keputusan yang tepat.



“Jika indikator-indikator tersebut dimiliki oleh seorang pemimpin, dapat dipastikan organisasi akan berjalan dengan lancar,” ujar Rektor.
ORMAWA Harus Jadi Wadah Pengembangan Karakter
Dr. Anwar juga mengingatkan bahwa ORMAWA UWG Malang tidak boleh hanya menjadi tempat menjalankan program kerja. Organisasi harus mampu menjadi wadah pembentukan karakter, pengembangan potensi, sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang mampu bekerja sama, bertanggung jawab, dan memberikan kontribusi positif.
Karena itu, seluruh pengurus ORMAWA diharapkan mampu memanfaatkan LKMM-TD sebagai momentum meningkatkan kemampuan manajemen organisasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi kegiatan.
LKMM-TD 2026 juga memiliki arti strategis karena para peserta dipersiapkan untuk terlibat dalam berbagai agenda kemahasiswaan UWG Malang, termasuk menjadi bagian dari kepanitiaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Rektor berharap pengalaman yang diperoleh selama LKMM-TD dapat diterapkan secara nyata ketika para pengurus ORMAWA menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk dalam menyukseskan pelaksanaan PKKMB.
76 Peserta Dibekali Kemampuan Mengelola Organisasi Secara Profesional
Sementara itu, Ketua Pelaksana LKMM-TD 2026, Ir. Suprihana, M.P., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan kepada mahasiswa agar mampu mengelola organisasi kemahasiswaan secara profesional dan akuntabel.
Menurutnya, kemampuan manajemen organisasi sangat dibutuhkan oleh para pengurus ORMAWA agar setiap program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun lingkungan kampus.
“Latihan keterampilan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa agar dapat mengelola organisasi kemahasiswaan secara profesional dan akuntabel,” ujar Suprihana dalam laporan pembukaan kegiatan.
Sebanyak 76 peserta dari berbagai ORMAWA di lingkungan UWG Malang mengikuti LKMM-TD 2026. Mereka mendapatkan pembekalan yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola organisasi.
Wakil Rektor III: LKMM-TD Menjadi Rutinitas Wajib Pengurus ORMAWA
Dukungan terhadap pelaksanaan LKMM-TD juga disampaikan Wakil Rektor III UWG Malang, Prof. Dr. Ana Sopanah S., S.E., M.Si., Ak. Ia menegaskan bahwa LKMM-TD merupakan rutinitas wajib yang harus diikuti oleh para pengurus ORMAWA di lingkungan UWG Malang.
Menurutnya, pembekalan tersebut penting agar mahasiswa yang dipercaya menjadi pengurus organisasi memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan tugasnya.
“Harapannya, ORMAWA mampu berorganisasi dengan baik,” tegas Prof. Ana Sopanah.
Ia menilai penguatan kapasitas pengurus menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas organisasi kemahasiswaan di UWG. Dengan kemampuan organisasi yang baik, ORMAWA diharapkan mampu menghasilkan berbagai kegiatan yang produktif, konstruktif, dan memberikan dampak positif terhadap pengembangan mahasiswa.
Dari Kampus untuk Pemimpin Masa Depan
Pelaksanaan LKMM-TD 2026 menjadi momentum penting bagi UWG Malang dalam membangun ekosistem organisasi kemahasiswaan yang sehat dan berkualitas. Kehadiran langsung Rektor bersama jajaran pimpinan universitas menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan mahasiswa mendapat perhatian serius dari institusi.
Bagi 76 pengurus ORMAWA yang mengikuti kegiatan ini, LKMM-TD bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar untuk memahami arti kepemimpinan, tanggung jawab, integritas, komunikasi, kecerdasan dalam mengambil keputusan, dan kemampuan mengelola organisasi secara profesional.
Dari ruang pelatihan inilah UWG Malang berharap lahir pemimpin-pemimpin mahasiswa yang mampu menjadi teladan di lingkungan kampus, membawa ORMAWA menjadi organisasi yang bermutu, serta siap memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
LKMM-TD 2026 pun menjadi langkah awal UWG Malang menyiapkan kader pemimpin muda—bukan hanya untuk menggerakkan organisasi hari ini, tetapi juga untuk menjawab tantangan kepemimpinan di masa depan.(humas)





