UWG Malang Naikkan Anggaran Kemahasiswaan 2026, Rektor Tantang ORMAWA Gelar Event Regional–Nasional dan Tinggalkan Pola Kegiatan Biasa

by | May 26, 2026 | Berita, Kabar Mahasiswa | 0 comments

MALANG 26/5/2026 – Universitas Widya Gama Malang (UWG) mengirim sinyal kuat terhadap penguatan organisasi kemahasiswaan tahun 2026. Dalam forum Koordinasi dan Evaluasi Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) yang digelar di Auditorium Lantai 4 Kampus II UWG Malang, Selasa (26/5/2026), pimpinan kampus menegaskan arah baru kebijakan kemahasiswaan: anggaran ditingkatkan, kegiatan harus berdampak, dan ORMAWA didorong menembus level regional hingga nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus II UWG, Jalan Borobudur No. 35 Malang itu dihadiri langsung oleh pimpinan universitas, mulai dari Rektor UWG Malang Dr. Anwar, SH., M.Hum, Wakil Rektor I Ir. Gigih Priyandoko, MT., PhD, Wakil Rektor II Dr. Ir. Riman, MT, Kepala Biro Akademik & Kemahasiswaan, Kepala P2K2, Kabag Kemahasiswaan, Kepala HUMAS, serta sekitar 40 mahasiswa perwakilan ORMAWA dari berbagai organisasi mahasiswa.

Suasana forum diawali dengan doa bersama yang dipimpin Wakil Rektor II Dr. Ir. Riman, MT, sebagai penghormatan dan doa untuk almarhum Wakil Rektor III UWG Malang Dr. Fatkhurohman, SH., M.Hum.

Dalam arahannya, Rektor UWG Malang menegaskan bahwa masa depan kepemimpinan mahasiswa tidak cukup hanya aktif berorganisasi, tetapi harus dibangun melalui disiplin, kemampuan mengelola program, dan keberanian membuat kegiatan berdampak luas.

“Kepemimpinan dimulai dari memimpin diri sendiri. Seorang pemimpin pasti diuji sesuai kapasitasnya. Jika mampu melewati tantangan, berarti kualitas kepemimpinannya teruji,” tegas Dr. Anwar.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 UWG meningkatkan anggaran kemahasiswaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aktivitas mahasiswa.

Namun, peningkatan anggaran tersebut dibarengi target baru.

“Kegiatan mahasiswa harus memiliki indikator capaian yang berdampak regional maupun nasional. Mahasiswa harus terbiasa merancang kegiatan yang terukur, berkualitas, dan melampaui standar,” ujarnya.

Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi apabila terdapat keterbatasan pendanaan.

“Kalau anggaran terbatas, lakukan kolaborasi program kerja. Semua kegiatan harus jelas arah dan hasilnya. Itulah seni berorganisasi,” tambahnya.

Mahasiswa Soroti Transparansi dan Keadilan Anggaran ORMAWA

Forum evaluasi ini berlangsung dinamis ketika perwakilan mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan transparansi pendanaan.

Salah satu perwakilan ORMAWA dari Teknik Mesin menyampaikan rencana penyelenggaraan kegiatan tingkat nasional, namun masih menghadapi tantangan pada skema pembiayaan.

Mahasiswa berharap adanya keadilan distribusi anggaran, transparansi mekanisme pendanaan, serta penyesuaian antara masa jabatan pengurus dengan siklus penganggaran agar program dapat berjalan optimal.

Menanggapi hal tersebut, Rektor menegaskan bahwa transparansi pertanggungjawaban dan pengelolaan anggaran akan menjadi perhatian penting ke depan.

UWG Dorong ORMAWA Mandiri, Gandeng Sponsor dan Tembus Event Nasional

Wakil Rektor II Dr. Ir. Riman, MT menambahkan bahwa setiap ORMAWA perlu mulai menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara matang, realistis, dan menyesuaikan masa jabatan kepengurusan.

Menurutnya, kampus telah menerapkan dua skema pembiayaan:

  • Plafon anggaran tetap
  • Anggaran kompetitif berbasis program

Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya bergantung pada dana internal kampus.

“ORMAWA harus mulai belajar mencari sponsor dan membangun jejaring pendanaan kegiatan. Jangan sepenuhnya bergantung pada kampus,” jelasnya.

Wakil Rektor I Ir. Gigih Priyandoko, MT., PhD menambahkan bahwa dari perspektif akademik, kegiatan mahasiswa yang memperoleh pengakuan dan nilai strategis adalah kegiatan minimal tingkat regional, terutama yang berdampak pada peningkatan mutu dan akreditasi perguruan tinggi.

“Poin kegiatan mahasiswa dalam akreditasi sangat tinggi. Karena itu ke depan ORMAWA harus berkolaborasi, tidak berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti berinovasi meskipun menghadapi keterbatasan.

“Jika ada kendala, jangan patah semangat. Kita akan bersama-sama merancang kegiatan regional dan nasional, bahkan membuka peluang kolaborasi lintas kampus,” tegasnya.

Dari Studi Ekskursi hingga Event Nasional, UWG Siapkan Ekosistem Aktivitas Mahasiswa Berdaya Saing

Dalam sesi penutup, Wakil Rektor II menegaskan bahwa pihak keuangan universitas tetap membuka dukungan penuh terhadap aktivitas mahasiswa, termasuk studi ekskursi, kegiatan UKM, program prodi, hingga event nasional.

Ia memberi gambaran bahwa kegiatan seperti studi ekskursi dapat dikembangkan melalui pola swadaya mahasiswa, tiket partisipasi (HTM), sponsor, dan stimulus pendanaan kampus berdasarkan RAB yang terukur.

“Belajarlah mengemas kegiatan ORMAWA dengan baik. Ketika kalian mampu menggandeng sponsor dan membuat kegiatan sukses, itu menjadi prestasi yang sangat bernilai dan membanggakan,” ujarnya.

Koordinasi dan Evaluasi ORMAWA 2026 ini menjadi penanda bahwa UWG Malang tengah menyiapkan transformasi gerakan kemahasiswaan berbasis kualitas, kolaborasi, transparansi, dan capaian nasional.

Bukan lagi sekadar menjalankan program kerja rutin, tetapi membentuk pemimpin muda yang siap bersaing di tingkat regional hingga nasional melalui organisasi kemahasiswaan yang lebih profesional dan berdampak.(San/PIP)

Berita Terbaru UWG