Malang – Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjawab tantangan era digital global. Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) perancangan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS), Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) UWG menegaskan arah transformasi besar menuju fakultas unggul berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan technopreneurship. Digelar pada Selasa, 5 Mei 2026 di Auditorium Kampus 3 UWG, forum strategis ini menghadirkan sejumlah pemateri kunci lintas sektor, yakni Prof. Dr. Saiful Bukhori, S.T., M.Kom. (pakar akademisi), Yoyon Arie Budi, S.ST., M.Kom. (Ketua APTIKOM LLDIKTI Wilayah VII), Yuda Adhadiyan, S.T. (praktisi industri telematika), serta Kuncahyo S. N., M.Kom. (alumni). FGD ini menjadi titik balik arah kebijakan akademik FSTI UWG dalam menyongsong visi besar tahun 2045—menjadi fakultas unggul secara global dalam pengembangan teknologi digital, AI, dan technopreneurship.
AI Jadi Fondasi, Bukan Sekadar Alat
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Saiful Bukhori menegaskan bahwa visi fakultas harus menjadi “mimpi besar” yang terukur dan memiliki arah masa depan yang jelas, termasuk memasukkan teknologi digital dan AI sebagai kekuatan utama. Sementara itu, Yuda Adhadiyan dari industri menekankan bahwa AI tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi harus menjadi fondasi dalam pembelajaran. Menurutnya, lulusan ke depan harus mampu menjadi system builder yang mampu merancang solusi nyata bagi kebutuhan industri.




Kurikulum Harus ‘Napas’ Industri
Yoyon Arie Budi menyoroti pentingnya keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri dan standar nasional maupun internasional. Ia menegaskan bahwa kampus tidak boleh menghasilkan lulusan yang tidak terserap dunia kerja.
Pendekatan Outcome-Based Education (OBE), evaluasi kurikulum berkala, serta keterlibatan industri dalam proses pembelajaran menjadi rekomendasi strategis yang mengemuka.
Perspektif Alumni: Adaptif dan Lifelong Learner
Dari sisi alumni, Kuncahyo S. N. menekankan pentingnya kemampuan adaptif, critical thinking, serta budaya lifelong learning. Ia juga menyoroti bahwa lulusan harus mampu memahami AI secara mendalam, bukan sekadar menggunakannya.
Technopreneurship: Dari Wacana ke Produk Nyata
Forum juga mendorong agar technopreneurship tidak berhenti pada konsep, melainkan diwujudkan dalam bentuk produk, startup mahasiswa, dan inovasi berbasis teknologi melalui inkubator bisnis kampus.
Target Besar: Unggul Global 2045
Salah satu hasil penting FGD adalah rekomendasi penyusunan visi baru yang lebih tajam, spesifik, dan memiliki target waktu jelas, yakni tahun 2045. Visi tersebut akan menjadi dasar penyusunan roadmap, renstra, hingga program operasional fakultas.
Kolaborasi Jadi Kunci
Seluruh pemateri sepakat bahwa penguatan kemitraan dengan industri, asosiasi profesi, dan alumni menjadi kunci utama dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Momentum Transformasi Pendidikan Tinggi
FGD ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus dilakukan secara progresif. Dengan menghadirkan pemateri dari berbagai latar belakang strategis, FSTI UWG menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan peluang baru di era digital global.(san/pip)





