Malang, 24 Juli 2026 – Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menggelar Pengajian Jumat Pagi Rahmatan Lil ‘Aalamiin Edisi ke-24 di Masjid Al-Farabi Kampus 3 UWG. Kegiatan pembinaan spiritual yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan dari lingkungan Perguruan Widya Gama Malang ini menghadirkan Prof. Dr. H. Ahmad Zahro, M.A., dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, dengan tema “Urgensi Islam sebagai Pembimbing Kehidupan di Era Globalisasi.”




Dalam kajiannya, Prof. Ahmad Zahro menjelaskan bahwa era globalisasi membawa berbagai tantangan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi banjir informasi yang tidak seluruhnya membawa kebaikan, krisis identitas yang membuat banyak orang kehilangan jati diri, krisis moral yang menggerus nilai-nilai kemanusiaan, hingga krisis ekonomi yang memengaruhi stabilitas kehidupan keluarga dan masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa berbagai tantangan tersebut membutuhkan pembimbing kehidupan yang mampu mengarahkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Pembimbing itu adalah Islam, yang mengajarkan kehidupan secara kaffah (menyeluruh), mencakup hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan antarsesama, hingga bagaimana mengelola kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara adil serta penuh tanggung jawab.
“Islam bukan hanya mengatur ibadah ritual, tetapi menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan. Ketika nilai-nilai Islam dijalankan secara kaffah, maka manusia akan memiliki arah yang jelas dalam menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan akhlak, integritas, dan jati dirinya,” terang Prof. Ahmad Zahro.
Lebih lanjut, Prof. Ahmad Zahro menegaskan bahwa Islam berfungsi sebagai filter nilai di tengah derasnya arus globalisasi. Kemajuan teknologi, perkembangan media digital, dan keterbukaan informasi memang membawa banyak manfaat, namun di saat yang sama juga membuka ruang masuknya berbagai ideologi, budaya, gaya hidup, hingga pemikiran yang berpotensi merusak akidah, akhlak, serta tatanan kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap informasi, budaya, maupun perkembangan zaman harus disaring dengan nilai-nilai Islam agar umat mampu mengambil manfaat tanpa kehilangan identitas dan prinsip keislamannya.
Menurutnya, Islam tidak mengajarkan umatnya menolak modernisasi, melainkan memberikan pedoman agar setiap perubahan dapat disikapi secara bijaksana. Dengan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai landasan, umat Islam memiliki ukuran yang jelas dalam membedakan antara yang benar dan yang batil, antara kemaslahatan dan kemudaratan. Islam menjadi benteng sekaligus filter nilai yang menjaga manusia dari berbagai pengaruh yang bertujuan merusak moral, persatuan, ketahanan keluarga, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusias. Para peserta mengikuti kajian dengan seksama sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik dan tenaga kependidikan yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki karakter Islami.
Melalui Pengajian Jumat Pagi Rahmatan Lil ‘Aalamiin, Universitas Widya Gama Malang terus meneguhkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kampus dalam mewujudkan Generasi Unggulan yang Beradab, yang siap menghadapi dinamika global dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.





