Bangun Mental Juara, UWG Malang Gelar Lokakarya Strategi Marketing Perguruan Tinggi: “Jangan Sibuk Memikirkan Kampus Lain, Fokus Tingkatkan Kapasitas Diri”

by | Aug 5, 2026 | Berita | 0 comments

MALANG – Universitas Widya Gama (UWG) Malang terus memperkuat strategi menghadapi persaingan pendidikan tinggi melalui pengembangan sumber daya manusia. Bertempat di Hall Widya Graha Kampus 2 UWG Malang, Rabu (5/8/2026), digelar Lokakarya bertema “Membangun Marketing Perguruan Tinggi Swasta dalam Meningkatkan Mahasiswa Baru” yang diikuti Rektor, para Wakil Rektor, dosen, serta seluruh tenaga kependidikan UWG.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber nasional, Prof. Dr. H. Didin Muhafidin, S.IP., M.Si., Guru Besar Kebijakan Publik sekaligus Rektor Universitas Al Ghifari dan Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia periode 2024–2025, serta Dr. Agus Cholik, SE., MM.

Dalam paparannya, Prof. Didin tidak hanya membahas strategi pemasaran perguruan tinggi, tetapi juga menanamkan paradigma kepemimpinan, pengembangan karakter, dan pola pikir positif sebagai fondasi utama keberhasilan sebuah institusi. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya Agile Leadership, kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, responsif terhadap perubahan, serta berorientasi pada penciptaan nilai bagi organisasi.

Menurut Prof. Didin, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak akan tercapai apabila seluruh energi dihabiskan untuk membandingkan diri dengan institusi lain. Sebaliknya, seluruh sivitas akademika harus memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas internal.

“Kalau mau maju, tidak perlu mematahkan orang lain. Jika ada ranting yang pendek, lihatlah ranting yang lebih panjang. Fokuslah memperbaiki diri sendiri, bukan sibuk memikirkan orang lain,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada hal-hal yang benar-benar berada dalam kendali.

“Hujan bukan kendali kita, maka siapkan payung. Macet juga bukan kendali kita, maka berangkatlah lebih awal. Begitu pula dalam penerimaan mahasiswa baru. Jangan habiskan energi memikirkan kampus lain, karena itu di luar kendali kita. Yang harus kita lakukan adalah meningkatkan kualitas kampus kita sendiri,” ujarnya disambut antusias peserta.

Pesan tersebut selaras dengan konsep Agile Leadership, yakni kepemimpinan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan, fokus pada tujuan strategis, memberdayakan tim, dan membangun budaya pembelajaran berkelanjutan.

Prof. Didin juga mengingatkan pentingnya menikmati proses kehidupan tanpa dibayangi masa lalu maupun kecemasan terhadap masa depan.

“Jangan meratapi masa lalu karena sudah berlalu. Nikmati masa kini dengan penuh rasa syukur, dan jangan terlalu cemas terhadap masa depan. Tidak ada yang menjamin usia kita. Yang terpenting adalah melakukan yang terbaik hari ini.”

Ia menilai sikap tersebut akan melahirkan energi positif yang berdampak pada produktivitas organisasi.

Dalam sesi yang menginspirasi, Prof. Didin turut membagikan kebiasaan tokoh bangsa, almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia, , yang dikenal disiplin membangun kualitas diri dengan bangun di sepertiga malam, memulai aktivitas sejak pagi, serta membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Lebih jauh, ia mengibaratkan rezeki, termasuk mahasiswa baru, seperti aliran air yang akan mengisi sebuah kolam.

“Dosen dan karyawan adalah kolamnya. Jika kolam dipenuhi sifat iri, dengki, sombong, dan energi negatif, maka air tidak akan mengalir dengan baik. Kosongkan kolam dari sifat-sifat buruk tersebut agar rezeki datang dengan sendirinya.”

Menurutnya, keberhasilan pemasaran perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh strategi promosi, tetapi juga oleh karakter, integritas, pelayanan, semangat kolaborasi, serta budaya organisasi yang sehat. Prinsip ini sejalan dengan konsep kepemimpinan adaptif yang menekankan integritas institusi, budaya belajar, kolaborasi, dan orientasi pada hasil nyata.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Agus Cholik, SE., MM., memberikan perspektif mengenai strategi pemasaran perguruan tinggi yang efektif di era persaingan yang semakin dinamis, sekaligus mendorong seluruh sivitas akademika agar menjadi duta promosi kampus melalui pelayanan prima, komunikasi yang baik, dan inovasi berkelanjutan.

Lokakarya ini menjadi momentum penting bagi Universitas Widya Gama Malang untuk memperkuat semangat transformasi kelembagaan sekaligus menyatukan komitmen seluruh dosen dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap UWG.

Melalui kegiatan ini, UWG Malang menegaskan bahwa keberhasilan penerimaan mahasiswa baru bukan semata-mata ditentukan oleh promosi, tetapi oleh kesiapan seluruh sivitas akademika membangun budaya kerja yang positif, meningkatkan kapasitas diri, memberikan pelayanan terbaik, dan terus beradaptasi terhadap perubahan.

Semangat “fokus pada apa yang bisa dikendalikan” menjadi pesan utama yang diharapkan mampu menggerakkan seluruh keluarga besar UWG Malang untuk bersama-sama mengantarkan kampus menuju prestasi yang lebih tinggi, sekaligus meningkatkan jumlah mahasiswa baru secara berkelanjutan.(San/PIP)

Berita Terbaru UWG