UWG Malang Perkuat Jejaring Internasional, Wakil Rektor 3 Hadiri FAME Indonesia di Hanoi Vietnam

by | Sep 22, 2026 | Berita | 0 comments

HANOI, VIETNAM — Universitas Widya Gama Malang (UWG Malang) terus memperluas jejaring akademiknya di tingkat internasional. Rektor UWG Malang Dr. Anwar, S.H., M.Hum. diwakili Wakil Rektor 3, Prof. Dr. Ana Sopanah Supriyadi, S.E., M.Si., Ak., CMA, menghadiri rangkaian kegiatan FAME Indonesia di Hanoi, Vietnam, bersama delegasi yang merepresentasikan 24 perguruan tinggi Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi Indonesia untuk memperkuat hubungan akademik dan kelembagaan dengan mitra internasional, khususnya Vietnam National University (VNU) Hanoi.

Kehadiran delegasi FAME Indonesia di Hanoi merupakan bagian dari rangkaian The 3rd International Sandbox Conference 2026, sekaligus momentum peluncuran International Conference on Accounting, Management and Economic Resilience, konferensi internasional yang diselenggarakan FAME Indonesia.

UWG Dorong Kolaborasi Nyata Indonesia–Vietnam

Manajemen Eksekutif FAME, Prof. Yuliansyah, menegaskan bahwa FAME bukan sekadar forum konferensi, melainkan komunitas akademik kolaboratif yang mempertemukan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, dan praktisi dalam bidang Accounting, Management, and Economics.

Agenda kunjungan ke Vietnam juga diarahkan pada pembentukan kolaborasi konkret antara VNU dan perguruan tinggi Indonesia, mulai dari pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah, seminar, hingga pengembangan kemitraan institusional.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah perguruan tinggi Indonesia melakukan kerja sama dengan VNU. Salah satunya adalah Universitas Widya Gama Malang (UWG).

Ana Sopanah: Perkuat Posisi UWG di Kancah Internasional

Wakil Rektor 3 UWG Malang, Prof. Dr. Ana Sopanah Supriyadi, menyampaikan bahwa keterlibatan UWG dalam kegiatan FAME Indonesia di Vietnam memiliki arti strategis bagi pengembangan institusi.

Menurutnya, kerja sama UWG Malang dengan FAME Indonesia diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring, relasi, dan kolaborasi UWG Malang di kancah internasional.

“Melalui kerja sama UWG Malang dengan FAME Indonesia, kami berharap jejaring dan relasi UWG Malang di kancah internasional semakin kuat. Tidak hanya berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan akademik yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan institusi,” ujar Prof. Ana.

Menurut Prof. Ana, internasionalisasi perguruan tinggi perlu diterjemahkan ke dalam aktivitas yang konkret dan berkelanjutan. Karena itu, peluang joint research, joint publication, student and staff mobility, seminar internasional, serta pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting yang dapat dikembangkan dari kerja sama tersebut.

“MoU Bukan Sekadar Dokumen”

Ketua Umum FAME Indonesia, Dr. Dani Amrul Ichdan, juga menekankan pentingnya memastikan setiap kerja sama internasional menghasilkan aktivitas nyata.

“For us, an MoU is not simply a document. It should be the beginning of real collaboration.”

Pesan tersebut disampaikan Dani saat pemberangkatan delegasi FAME Indonesia ke Vietnam. Ia menegaskan bahwa kerja sama harus dilanjutkan melalui berbagai program, seperti student and staff mobility, joint research, joint publications, community service, seminars, dan kegiatan akademik lainnya.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan internasionalisasi perguruan tinggi, yakni membangun hubungan kelembagaan yang tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen, tetapi menghasilkan ruang kolaborasi yang dapat dirasakan langsung oleh sivitas akademika.

Dari Hanoi Membuka Jalan Kolaborasi Global

Kunjungan FAME Indonesia bersama delegasi perguruan tinggi Indonesia ke Vietnam menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan potensi akademik Indonesia dengan lingkungan pendidikan tinggi internasional.

Prof. Yuliansyah berharap pertemuan tersebut menjadi fondasi bagi terbentuknya kemitraan akademik Indonesia–Vietnam dalam jangka panjang.

“This is not the end of our collaboration—it is only the beginning.”

Bagi UWG Malang, keterlibatan langsung dalam agenda internasional tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat identitas Kampus Unggul sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam jejaring akademik global.

Dari Hanoi, UWG Malang membawa harapan agar semakin banyak peluang kolaborasi internasional terbuka bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan sivitas akademika, sehingga kerja sama internasional tidak hanya menjadi dokumen kelembagaan, tetapi berkembang menjadi karya, publikasi, mobilitas akademik, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata.

UWG Malang — Memperluas Jejaring, Menguatkan Kolaborasi, Menuju Kancah Akademik Internasional.(Humas)

Berita Terbaru UWG