Gagal di Batch 1, Bangkit di Batch 2: Mahasiswa UWG Malang M. Ilham Kusuma Lolos Google Student Ambassador 2026

by | Oct 7, 2026 | FEB, Prestasi, Prestasi Mahasiswa | 0 comments

MALANG — Kabar membanggakan datang dari Universitas Widya Gama (UWG) Malang. Semangat pantang menyerah mahasiswa UWG kembali membuahkan prestasi. M. Ilham Kusuma, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UWG Malang, berhasil terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 Batch 2.

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena perjalanan Ilham menuju GSA bukanlah jalan yang langsung mulus. Ia sempat mengikuti proses seleksi pada Batch 1, namun belum berhasil lolos. Alih-alih berhenti, pengalaman tersebut justru menjadi modal untuk kembali mencoba pada Batch 2.

Program Google Student Ambassador 2026 Batch 2 mengusung semangat “Lead, Innovate, Inspire” dan mengajak mahasiswa menjadi duta inovasi serta teknologi di lingkungan kampus, khususnya dalam pemanfaatan produk Google AI.

Bermula dari Keinginan Bisa Menjadi Bagian dari Google

Ilham mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti GSA berawal dari keinginannya untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja Google.

“Mulai pendaftaran saya memang ingin banget bisa ke kantor Google, ingin tahu bagaimana manajemen Google dan kalau bisa menjadi bagian dari timnya. Akhirnya saya tertarik untuk mendaftar,” ungkap Ilham.

Keinginan tersebut kemudian mendorongnya untuk mengikuti seleksi GSA.

Pada kesempatan pertama, Ilham mendaftar Batch 1, tetapi belum berhasil lolos.

Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.

Ia kembali mempersiapkan diri dan mengikuti Batch 2. Kali ini, Ilham lebih serius membangun personal branding dan memperkuat jejaring melalui media sosial, khususnya LinkedIn dan Instagram.

“Pengalaman Batch 1 tidak lolos. Kemudian saya lanjut ikut lagi Batch 2. LinkedIn saya lumayan banyak koneksi, akhirnya saya buat video dan melakukan ratusan tag. Alhamdulillah, akhirnya saya lolos di Google Student Ambassador,” tuturnya.

LinkedIn dan Instagram Jadi Modal Penting

Menurut Ilham, keberadaan dan aktivitas di media sosial menjadi bagian penting dalam proses membangun jejaring sekaligus menunjukkan kemampuan komunikasi dan kreativitas.

Ia menyebut LinkedIn dan Instagram sebagai dua platform yang sangat membantu dalam proses tersebut.

Hal ini sejalan dengan persyaratan resmi GSA 2026 yang mensyaratkan peserta memiliki akun media sosial seperti LinkedIn, Instagram, atau TikTok yang tidak diprivat serta bersedia membagikan konten terkait Gemini dan Google AI.

Program GSA juga mencari mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu terhadap AI, kreatif, komunikatif, aktif membangun komunitas, serta memiliki semangat memberikan dampak nyata di lingkungan kampus.

Dari Mahasiswa Manajemen, Menembus Dunia Teknologi AI

Menariknya, Ilham bukan berasal dari program studi teknologi informasi, melainkan Program Studi Manajemen FEB UWG Malang.

Keberhasilannya sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan kini menjadi ruang belajar lintas disiplin. Dunia AI tidak hanya membutuhkan mahasiswa dari bidang teknologi, tetapi juga membutuhkan individu yang mampu berkomunikasi, membangun komunitas, mengembangkan ide, dan membawa inovasi ke lingkungan kampus.

Dalam program GSA 2026, mahasiswa dari berbagai jurusan dan semester memang dapat mendaftar selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Terpilih Bersama Mahasiswa dari Seluruh Indonesia

Ilham menjadi bagian dari mahasiswa yang berhasil melewati proses seleksi Google Student Ambassador 2026 Batch 2 bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Ilham, dirinya lolos bersama sekitar 2.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Pengumuman GSA 2026 Batch 2 dijadwalkan pada 1 Oktober 2026, sementara masa aktif para ambassador berlangsung mulai 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027.

Sebagai Google Student Ambassador, mahasiswa mendapatkan berbagai pengalaman dan fasilitas program, antara lain Google Student Ambassador Welcome Kit, akses kelas AI dari Dicoding, serta sertifikat Google Student Ambassador pada akhir program. Program juga menyediakan jenjang Gemini Rising Star, Gemini Achiever, hingga Gemini Trailblazer bagi ambassador yang berhasil mengembangkan dan mengadopsi AI di kampusnya.

Pesan Penting: Jangan Berhenti di Kegagalan Pertama

Kisah Ilham membawa pesan sederhana tetapi kuat bagi mahasiswa UWG Malang: kegagalan dalam satu kesempatan bukan berarti akhir dari perjalanan.

Justru dari kegagalan Batch 1, Ilham melakukan evaluasi, kembali mencoba, memperkuat jejaring, meningkatkan eksistensi digital, dan akhirnya berhasil menembus program Google Student Ambassador Batch 2.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi UWG Malang, khususnya FEB, karena mahasiswa dari Program Studi Manajemen mampu menunjukkan kapasitasnya di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Ke depan, Ilham diharapkan tidak hanya membawa nama UWG Malang dalam komunitas Google Student Ambassador, tetapi juga menjadi penggerak literasi AI, inovasi digital, dan pemanfaatan teknologi di lingkungan kampus.

Dari Malang, mahasiswa UWG kembali membuktikan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari mereka yang tidak pernah gagal, tetapi dari mereka yang berani mencoba lagi setelah mengalami kegagalan.

M. Ilham Kusuma — gagal di Batch 1, bangkit di Batch 2, dan kini resmi membawa nama UWG Malang ke panggung Google Student Ambassador 2026.(Humas)

Berita Terbaru UWG