MALANG – Universitas Widya Gama Malang (UWG Malang) resmi menunjuk Dr. Dafid Irawan, S.T., M.T. sebagai Penjabat Ketua Program Studi Magister (S2) Teknik Sipil. Penyerahan Surat Keputusan (SK) tersebut dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026, di Ruang Rapat Rektorat, Kampus 2 UWG Malang.
Penunjukan ini menjadi langkah strategis UWG Malang dalam memperkuat tata kelola akademik sekaligus mengembangkan Program Studi S2 Teknik Sipil agar menjadi pilihan pendidikan pascasarjana yang berkualitas, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan dunia profesional.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Wakil Rektor, Dekan Fakultas Teknik, Direktur Pascasarjana, Kepala Biro Umum, Kepala Humas, serta sejumlah unsur pimpinan terkait di lingkungan UWG Malang.
Dalam arahannya, Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kepemimpinan baru pada Program Studi S2 Teknik Sipil harus diikuti strategi pengelolaan yang matang, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan lembaga.
Menurutnya, pengembangan program studi tidak cukup hanya mengandalkan izin operasional, tetapi juga membutuhkan kecermatan dalam membaca peluang, membangun sistem akademik berkualitas, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
“Penjabat Kaprodi S2 Teknik Sipil yang baru perlu menyiapkan mekanisme pengelolaan yang matang dan terukur. Peningkatan jumlah mahasiswa yang kita capai selama ini tentu merupakan hasil kerja keras seluruh elemen universitas. Karena itu, mengelola kampus harus dilakukan secara cerdas dan cerdik, dengan tetap mengutamakan kepentingan dan kemajuan lembaga,” tegas Rektor.
Rektor juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Program Studi S2 Teknik Sipil diharapkan tidak sekadar menambah pilihan jenjang pendidikan, tetapi juga memperluas kontribusi UWG Malang dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang teknik sipil dan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Wakil Rektor II UWG Malang, Dr. Ir. Riman, M.T., menyampaikan ucapan selamat kepada Dr. Dafid Irawan atas amanah baru yang dipercayakan kepadanya.
Penunjukan tersebut diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun sistem pengelolaan program studi yang efektif, profesional, dan mampu mendukung pertumbuhan Pascasarjana UWG Malang secara berkelanjutan.





Dari aspek akademik, Wakil Rektor I UWG Malang, Ir. Gigih Priyandoko, M.T., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas diperolehnya izin operasional Program Studi S2 Teknik Sipil.
“Alhamdulillah, UWG Malang telah memperoleh izin operasional Program Studi S2 Teknik Sipil. Ini merupakan capaian penting karena program studi sudah dapat segera menjalankan proses pendidikan. Tentu kesiapan akademik dan seluruh perangkat pendukung harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.
Keberhasilan memperoleh izin operasional tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan pascasarjana UWG Malang. Capaian ini sekaligus membuka peluang lebih luas bagi lulusan sarjana maupun kalangan profesional untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang magister.
Pada kesempatan yang sama, Pembina Pascasarjana UWG Malang, Prof. Muryati, memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan sumber daya dosen dan keberlanjutan mutu akademik.
Menurutnya, penataan dosen homebase harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan akademik yang berlaku. Selain itu, standar mutu pendidikan harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan agar program studi baru mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
“Penyesuaian dosen homebase perlu menjadi perhatian. Mutu akademik yang telah dibangun harus dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan agar penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan optimal,” pesannya.
Sementara itu, Dr. Dafid Irawan, S.T., M.T., selaku Penjabat Kaprodi S2 Teknik Sipil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pimpinan universitas.
Ia mengakui bahwa proses pembukaan Program Studi S2 Teknik Sipil bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai tantangan, mulai dari persiapan administratif, pemenuhan persyaratan akademik, hingga proses perizinan, menjadi bagian dari perjuangan bersama untuk menghadirkan program pendidikan magister tersebut.
“Perjalanan pembukaan Program Studi S2 Teknik Sipil tentu menghadapi banyak tantangan. Atas capaian ini, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan universitas dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan program studi ke depan,” ujarnya.
Optimisme terhadap masa depan pendidikan pascasarjana juga disampaikan Direktur Pascasarjana UWG Malang, Prof. Dr. Ir. Aji Suraji, S.T., M.Sc.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan Program Studi S2 Teknik Sipil merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kapasitas akademik universitas. Apabila penyelenggaraan program magister berjalan baik dan seluruh persyaratan dapat dipenuhi, peluang pembukaan Program Doktor (S3) Teknik Sipil juga dapat dipertimbangkan pada masa mendatang.
“Jika seluruh proses berjalan lancar dan pengembangan Program Studi S2 Teknik Sipil menunjukkan kemajuan yang baik, tidak menutup kemungkinan ke depan UWG Malang juga akan mengembangkan Program S3 Teknik Sipil,” jelasnya.
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan pascasarjana di UWG Malang tidak berhenti pada pembukaan program studi baru, tetapi diarahkan untuk membangun kesinambungan pendidikan tinggi hingga jenjang doktoral.
Penyerahan SK Penjabat Kaprodi S2 Teknik Sipil pada Senin, 12 Oktober 2026, sekaligus menjadi penanda dimulainya langkah penguatan kelembagaan, penataan akademik, dan penyusunan strategi pengembangan mahasiswa baru.
Dengan dukungan pimpinan universitas, kesiapan sumber daya akademik, serta semangat kolaborasi seluruh unsur kelembagaan, UWG Malang optimistis Program Studi S2 Teknik Sipil dapat berkembang menjadi pusat pendidikan magister yang unggul dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan, dunia konstruksi, serta kebutuhan pembangunan nasional.
Melalui penguatan program pascasarjana ini, UWG Malang terus membuka peluang pendidikan yang lebih luas sekaligus mempertegas komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.(Humas)





