Bangun Magnet Positif Kampus, Dr. Agus Cholik: “Mahasiswa Bukan Pembeli Produk, Tetapi Pelanggan Jasa yang Harus Dilayani Sepenuh Hati”

by | Aug 5, 2026 | Berita | 0 comments

Malang, 5 Agustus 2026 – Paradigma baru pemasaran perguruan tinggi menjadi sorotan dalam hari kedua Lokakarya “Membangun Marketing Perguruan Tinggi Swasta dalam Meningkatkan Mahasiswa Baru” yang digelar Universitas Widya Gama (UWG) Malang di Hall Widya Graha Kampus II, Rabu (5/8/2026). Nara sumber kedua, Dr. Agus Cholik, SE., MM., mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan mengubah cara pandang terhadap marketing kampus, yakni menjadikan pelayanan sebagai kekuatan utama dalam memenangkan kepercayaan masyarakat.

Dalam paparannya, Dr. Agus menegaskan bahwa tantangan terbesar sebuah institusi bukanlah persaingan dengan kampus lain, melainkan bagaimana membangun energi positif dari dalam organisasi.

“Kita terlalu sering sibuk mencari kesalahan orang lain. Mulailah dengan save love dan sharing love. Tebarkan kebaikan, saling mendoakan agar orang lain dimudahkan rezekinya. Doa yang kita berikan akan kembali kepada diri kita sendiri,” ujarnya di hadapan ratusan peserta lokakarya.

Menurutnya, rasa bangga sebagai bagian dari Universitas Widya Gama Malang merupakan modal utama dalam membangun citra kampus. Kebanggaan tersebut akan memancarkan energi positif yang mampu memengaruhi persepsi masyarakat terhadap UWG.

“Kalau kita sendiri bangga menjadi dosen atau karyawan UWG, energi positif itu akan dirasakan oleh calon mahasiswa. Mereka akan melihat bahwa kampus ini memiliki orang-orang yang mencintai institusinya,” katanya.

Dr. Agus kemudian memperkenalkan konsep “market attractive”, yakni membangun daya tarik kampus sehingga masyarakat secara alami tertarik memilih UWG sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak menjual produk, melainkan menawarkan jasa pendidikan sehingga pendekatan pemasarannya harus berbeda.

“Jangan terjebak pada marketing produk. Kampus menjual jasa. Kalau yang dijual adalah jasa, maka yang diminta pelanggan adalah layanan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman calon mahasiswa sejak pertama kali mengenal kampus hingga resmi menjadi mahasiswa harus memberikan kesan yang menyenangkan. Kepuasan pelanggan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pemasaran.

“Sekali pelanggan kecewa, dampaknya luar biasa. Karena itu jangan sampai ada pelayanan yang mengecewakan. Berikan layanan yang lebih baik daripada kampus lain.”

Dalam perspektif pemasaran modern, lanjutnya, mahasiswa bukan sekadar pendaftar, tetapi merupakan pelanggan yang harus diperlakukan dengan penuh perhatian dan penghargaan.

“Anggap pelanggan adalah bos kita. Layani mereka sebaik mungkin. Investasi yang dikeluarkan satu mahasiswa untuk kuliah di UWG nilainya sangat besar. Sudah seharusnya mereka memperoleh pelayanan terbaik,” jelasnya.

Dr. Agus juga mengingatkan bahwa keberhasilan marketing kampus bukan hanya menjadi tanggung jawab tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), melainkan seluruh sivitas akademika. Setiap dosen, karyawan, mahasiswa, alumni, hingga mitra merupakan wajah kampus yang menentukan citra UWG di mata masyarakat.

Melalui lokakarya ini, Universitas Widya Gama Malang berharap tercipta budaya pelayanan yang unggul dan semangat kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun ekosistem pemasaran berbasis kualitas layanan. Dengan mengedepankan kebanggaan terhadap institusi, pelayanan prima, serta pengalaman terbaik bagi mahasiswa, UWG optimistis mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat daya saing dalam penerimaan mahasiswa baru di tingkat nasional.(San/PIP)

Berita Terbaru UWG