Batulicin – 3 Agustus 2026, Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menunjukkan kiprahnya sebagai perguruan tinggi yang dipercaya memberikan solusi akademik bagi pemerintah daerah. Menindaklanjuti permohonan resmi dari Inspektorat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Rektor UWG Malang membentuk tim tenaga ahli yang akan melaksanakan studi kelayakan atas rencana pengalihan saham PTPN IV pada PT Nusantara Batulicin kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Tim yang ditugaskan merupakan kolaborasi pakar lintas disiplin yang memiliki kompetensi pada bidang hukum, akuntansi, dan manajemen. Mereka terdiri atas Muhammad Ramadhana Alfaris, M.Si., M.H. sebagai Tim Evaluasi Bidang Hukum, Dra. Endah Puspitosarie, Ak., M.Si., CA sebagai Tim Evaluasi Bidang Akuntansi, Dra. Wahju Wulandari, M.M., serta Drs. Mulyono, M.Si. sebagai Tim Evaluasi Bidang Manajemen.
Penugasan tersebut dilaksanakan pada 2–5 Agustus 2026 di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Tim akan melakukan kajian komprehensif terhadap aspek hukum, tata kelola perusahaan, manajemen, keuangan, valuasi, potensi risiko, hingga manfaat ekonomi yang dapat diperoleh pemerintah daerah apabila pengalihan saham tersebut direalisasikan.
Pelaksanaan kajian berlangsung melalui serangkaian diskusi dan pemaparan data yang melibatkan para pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Inspektur Pembantu (Irban) Inspektorat Daerah, perwakilan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, serta Tim Ekonomi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Kehadiran unsur-unsur strategis pemerintah daerah tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Tanah Bumbu dalam memastikan bahwa rencana pengalihan saham PTPN IV kepada PT Nusantara Batulicin dikaji secara menyeluruh, objektif, dan berdasarkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).



Sebelumnya, Inspektorat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu melalui surat resmi meminta bantuan tenaga ahli dari UWG Malang untuk melakukan studi kelayakan atas penawaran pengalihan saham PTPN IV, sekaligus pengujian kelayakan pembangunan Gedung Kantor Bappedalitbang. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi akademisi UWG Malang semakin diakui dalam mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis kajian ilmiah.
Rektor Universitas Widya Gama Malang, Dr. Anwar, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keterlibatan dosen dalam kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penyediaan rekomendasi akademik yang objektif dan independen.
“Kami berharap tim dapat menghasilkan kajian yang komprehensif, profesional, dan berbasis regulasi sehingga mampu menjadi landasan yang kuat bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam menentukan kebijakan investasi yang transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui keterlibatan para ahli dari berbagai bidang keilmuan, UWG Malang kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional melalui pendampingan ilmiah kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan.(ram/humas)





